IndonesiaBicara.com – Jakarta (9/10). Terpilihnya Abu Rizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar pada Munas Golkar di Pekanbaru, tidak lepas dari faktor “gizi” (money politics), demikianyang dikatakan oleh Yunarto Wijaya (Analis Politik CHARTA POLITICA) di Jakarta, Kamis (8/10).
“Kemenangan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2014 dalam Munas Partai Golkar di Pekanbaru, Riau dengan mengalahkan calon kuat Surya Paloh tidak terlepas dari faktor ’gizi’ (money politics). Faktor ’gizi’ dalam politik, khususnya politik praktis merupan hal yang lazim dan sering dilakukan oleh elite-elite partai politik”, demikian penegasan Y Wijaya.
Ketatnya persaingan antara Aburizal Bakrie dengan Surya Paloh dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar menggambarkan positioning Partai Golkar yang kuat, khususnya di tingkat elit. Selain itu, ketatnya persaingan dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar juga menggambarkan ketatnya persaingan pengaruh SBY dan Jusuf Kalla, lanjut Y. Wijaya.
Secara politis kemenangan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar sangat menguntungkan pemerintahan SBY-Boediono, khususnya di parlemen (DPR). Partai Golkar dibawah pimpinan Aburizal Bakrie cenderung diarahkan untuk bergabung dengan pemerintah, bukan sebagai oposisi dari pemerintah.
Namun kemenangan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar juga harus disikapi oleh partai-partai politik lainnya sebagai kebangkitan dan ambisi Partai Golkar untuk menjadi pemenang dan mengalahkan Partai Demokrat pada pemilu 2014, pungkas Y. Wijaya. (pri)
Tinggalkan Balasan