IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Warga Iran Bikin Rusuh di Rudenim Pekanbaru, Ingin Dipindahkan ke Bogor

IndonesiaBicara-Pekanbaru, (28/07/11). Rusuh terjadi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Riau yang mengakibatkan kaca pintu dan jendela depan Rudenim pecah. Keributan antar imigran Iran dengan petugas Rudenim membuat aparat kepolisian menembakkan tembakan peringatan dua kali ke udara.

Keributan dipicu oleh keinginan imigran Iran yang ingin dipindahkan ke Rudenim Bogor karena menilai di Pekanbaru fasilitasnya tidak memadai. Keributan diawali oleh seorang wanita Iran yang berteriak-teriak histeris keluar dari Kantor Rudenim. Seorang pria Iran tangannya berdarah karena memukul kaca jendela.

Wanita itu terus berteriak-teriak sampai menjatuhkan diri, kemudian salah seorang pria Iran memprovokasi kembali dengan memecahkan kaca pintu. Hampir terjadi keributan antara imigran Iran dengan imigran Afghanistan.

Setelah itu petugas Rudenim menjadi sasaran amukan imigran Iran, Kepala Seksi Registrasi Administrasi dan Pelaporan Rudenim Bahrudin sempat terjatuh didorong imigran Iran yang marah. Keadaan sempat kacau sesaat, namun kemudian aparat kepolisian dari Polsek menembakkan dua kali tembakan peringatan untuk meredam panasnya keadaan.

“Saya bicara dengan Kepala Rudenim Fritz Aritonang yang sedang berada di Medan, Kepala Rudenim pun mau bicara melalui sambungan telepon dengan para imigran Iran ini. Kepala Rudenim mengatakan bahwa telah memproses permohonan mereka dan telah sampai ke Dirjen Imigrasi. Namun tampaknya para imigran Iran tidak puas dengan jawaban Kepala,” ujar Kepala Seksi Registrasi Administrasi dan Pelaporan Rudenim Riau Bahrudin kepada wartawan, Kamis (28/07).

Ia menambahkan bahwa para imigran ini sengaja memprovokasi dan melukai diri untuk menarik perhatian. Semua imigran diperlakukan secara bebas oleh Rudenim, para imigran boleh keluar seperti ke pasar dan ke mall karena yakin mereka tidak akan melakukan aksi. Imigran ini telah diberikan kipas angin berkat kerjasama Rudenim dengan International Organization of Migrants (IOM) namun mereka minta lagi pendingin ruangan (AC). Sementara imigran asal negara lain tidak ada yang seperti mereka, semua menerima apa yang telah diberikan.

Hosein (imigran asal Iran) mengatakan bahwa keinginan mereka untuk pindah ke Rudenim Bogor adalah karena tidak ada fasilitas yang layak di Rudenim Riau, satu ruangan dibagi untuk lima keluarga, tidak layak.

“Selain itu karena perselisihan dengan imigran asal Afghanistan, imigran Afghanistan melecehkan salah satu wanita kami, mereka berkata-kata kasar dan mengejek wanita Iran, sehingga imigran Iran memilih keluar dari Rudenim daripada berkelahi dengan imigran Afghanistan,” tambahnya.

Sementara itu, Daud (imigran asal Afghanistan) mengatakan bahwa imigran asal Iran datang dan membawa masalah. “Mereka berdarah karena memukul kaca, mau protes agar dipindahkan ke Bogor. Mereka ingin pindah ke hotel bintang lima. Orang Afghanistan tidak mau ikut cari masalah, kami biarkan mereka tidak mau tinggal disini, kami tidak ikut campur,” ujar Daud. Ia mengatakan bahwa Imigran asal Afghanistan tidak ada masalah dengan orang-orang Iran dan Rudenim. Makanan, air dan tempat tinggal tidak ada masalah.

Bahrudin akan melaporkan kejadian ini kepada kepolisian mengenai pengrusakan fasilitas negara oleh orang asing dan percobaan pembunuhan terhadap Bahrudin. “Tiga orang yang melakukan pengrusakan akan dilaporkan ke kepolisian, mereka adalah Muhammad Reza Sultani, Hasan Firdais dan Karim,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 15 + 10 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.