IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Wabup Sukerana Jenguk Korban Keracunan Massal di RSUD Karangasem

IndonesiaBicara-Amlapura, (20/07/11). Sejumlah 51 orang korban makan daging sapi muda di Dusun Lean Bunutan Abang yang dirawat di RSUD Karangasem sejak Penampahan Kuningan 15 Juli 2011 pukul 14.00 wita sore hingga Senin (18/07) telah berangsur pulih. Dari sisa rawat inap sebanyak 13 orang di sejumlah zal seperti zal Anak 4 orang, zal Cempaka 2 orang dan zal Mawar 7 orang diperkirakan mulai hari ini Senin ini sudah membaik dan mulai bisa dipulangkan.

Direktur RSUD Karangasem I Wayan Suardana, menjelaskan, untuk langkah pertama dilakukan upaya penanganan pasien dengan perawatan dan observasi bagi yang kategori sedikit berat. Mengenai penyebab yang jelas, dikatakan, Suardana, korban yang datang terkait riwayat akibat makan daging hewan sudah mati dengan keluhan mual dan muntah serta mencret.

Kejadian yang terjadi di Dusun Lean Perbekel Bunutan Kecamatan Abang saat Hari Raya Kuningan, saat itu secara langsung sudah menerjunkan tim, namun untuk penanganannya diutamakan memberikan penanganan bagi pasien.

Riwayat kecurigaan terhadap korban yang turut makan daging hewan sapi muda yang sudah mati, disamping karena tidak mengetahui kandungan bakterinya juga karena hanya untuk kebersaman dan toleransi. Adapun penyebab pasti tentang penyebab adanya dugaan keracunan selanjutnya masih menunggu hasil uji lab.

Total korban yang datang ke RSUD dari awal sejumlah 51 orang, namun yang kena katagori berat perlu dirawat inap sebanyak 15 orang dengan perkiraan penyebabnya kuman, kondisi kesehatan korban yang juga bisa menyebabkan.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan diberikan perawatan secukupnya korban yang katagori ringan bisa dipulangkan sudah makin membaik menunggu untuk bisa dipulangkan.

Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, mengatakan, pada tahap pertama telah diutamakan memberikan pelayanan terhadap pasien korban, baru bakal disusul dengan upaya secara preventif dengan memberikan penyuluhan bagi masyarakat di lapangan.

Wabup menegaskan, bahwa kejadian ini sebagai pelajaran berharga bagi masyarakat agar nanti tidak lagi mengkonsumsi hewan apapun yang mati karena sakit. Aparat pemerintah ditingkat bawah diminta segera melaporkan kejadian seperti itu jika ada hewan yang sakit dan mati, untuk mendapatkan penangan segera dari aparat yang berwenang.

Untuk menyebarluaskan informasi tersebut Dinas Kesehatan nantinya diharapkan menindaklanjuti di lapangan untuk memberikan penyuluhan seperlunya, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Wabup juga meminta maaf kepada masyarakat yang menjadi korban yang dilayani di lorong-lorong karena keterbatasan kamar yang ada. Mengingat banyaknya permintaan jasa rawat inap di RSUD saat ini, sementara fasilitas yang ada terbatas.

Untuk itu, Pemkab sudah mengajukan pembangunan penambahan fasilitas gedung baru sehingga nantinya tidak perlu lagi merawat pasien di lorong. Namun yang terpenting adalah pelayanan dapat diberikan lebih maksimal kendatipun pelayanan diberikan dilorong-lorong.

Kepada Anggota DPRD Luh Purnaminingsih yang sudah mengkoordinasikan masalah korban semenjak awal, Wabup Sukerana mengucapkan rasa terima kasih sehingga masyarakat dapat cepat dibantu dan diselamatkan. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 4 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.