IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Tolak Pembangunan Stasiun Pengisian Gas, Warga Serua Demo Di DPRD Tangsel

IndonesiaBicara.com-SETU (15/01/2015), sedikitnya seratus orang warga Serua Ciputat, siang ini menggelar aksi menolak pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBBG) Serua Ciputat.

Aksi yang dipimpin Andi Nawawi tersebut digelar di depan Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dalam orasinya Andi Nawawi yang menjabat sebagai Ketua LSM Perkota Nusantara menjelaskan bahwa Pembangunan SPBG Serua, Ciputat Tangsel belum mempunyai ijin pembangunan dari Pemerintah Kota Tangsel. Sehingga pembangunannya harus segera dihentikan.

“Memang proyek saat ini sudah disegel oleh Satpol PP Tangsel karena tidak berijin. Yang diinginkan oleh warga adalah tidak hanya disegel saja, tetapi juga pembangunan SPBG tidak dilanjutkan kembali”, terang Andi.

Menurutnya kawasan Serua bukanlah kawasan Industri tetapi merupakan wilayah pemukiman padat penduduk yang dikhawatirkan jika ada SPBBG diwilayah tersebut bisa membahayakan warga.

“Warga sudah mengetahui bahwa SPBBG ini merupakan program Pemerintah Pusat yang diperuntukan untuk rakyat, namun jangan sampai program ini justru mencederai kepentingan rakyat itu sendiri”, tegasnya

Selain melakukan orasi pengunjukrasa juga menggelar spanduk yang bertuliskan “Maaf Harga Diri Kami, Lebih Berharga Dari Uang, Tolak SPBG Harga Mati, Disini Bukan Wilayah Industri, Disini Pemukiman Padat Penduduk,Tangsel Harus Bersih Dari Polusi dan Korupsi”.

Setelah berorasi pengunjukrasa ditemui oleh Anggota DPRD Tangsel Gacho Sunarso dan juga Drajat Sumarsono.

Gacho Sunarso menyatakan menerima aspirasi yang disampaikan oleh warga Serua Ciputat dalam rangka menolak rencana pembangunan SPBG.

“Hal ini merupakan suatu masukan dan saran dari masyarakat yang akan segera ditindaklanjuti oleh DPRD Tangsel”, kata Gacho.

Untuk itu dalam sepekan ini DPRD Tangsel akan melakukan pengumpulan data terkait aspirasi masyarakat ini.

“DPRD Tangsel akan menelusuri perizinan maupun Analisa Mengendai Dampak Lingkungan (Amdal)”, kata Gacho.

Selain itu untuk memperoleh informasi secara langsung DPRD Tangsel juga akan memanggil Dinas terkait.

“Kami akan memanggil Dinas yang menangani persoalan ini seperti Dinas Tata Ruang dan Tata Kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP serta pihak swasta yang mengerjakan proyek tersebut”, ujar Drajat Sumarsono menambahkan.

Sebelumnya pada 8 Januari 2015 lalu, dilokasi proyek pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBBG) di Jl Raya Bukit Serua Kel.Serua Kec.Ciputat Kota.Tangsel telah disegel oleh Sat Pol PP Tangsel karena kontraktor pembangunan SPBG belum bisa menyelesaikan perijinan terutama perijinan IMB dari BP2T Tangsel sehingga menyalahi Perda no 14 tahun 2011 tentang IMB dan Perda no 9 th 2012 tentang Ketertiban Umum. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.