IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Tingkat Kelulusan Madrasah Aliyah Masih Sangat Rendah

IndonesiaBicara-Lombok Utara, (26/04/10). Setelah menjalani proses Ujian Akhir Nasional (UAN) seluruh siswa SMA dan sederajat di Lombok Utara kemarin menerima pengumuman kelulusannya. Dari sekitar 1.900 siswa setingkat SMA yang mengikuti ujian masih terdapat sekitar 500 siswa yang tidak lulus UAN. Namun hal tersebut hendaknya menjadi motivasi karena pemerintah pada tahun ini memberikan kesempatan dengan adanya ujian ulang yang akan dilakukan pada 10 hingga 15 mei 2010.

Plt Kadinas Dikpora, Drs Suhrawardi mengemukakan, saat ini di Kabupaten Lombok Utara (KLU) tingkat kelulusan masih cukup bagus. Namun yang masih membutuhkan perhatian yang intensif saat ini adalah Madrasah Aliyah. Hal tersebut karena tingkat kelulusan Madrasah Aliyah di KLU masih sangat rendah.

“Ditahun kedua berdirinya KLU, belum terbentuk Departemen Agama yang melakukan pengawasan terhadap lembaga pendidikan agama seperti Madrasah Aliyah. Saat ini pengawasan masih dilakukan oleh kabupaten induk Lombok Barat. “Tanggung jawab pengawasan terhadap Madrasah Aliyah adalah wewenang Departemen Agama,” ujarnya.

Meskipun demikian, hasil UAN saat ini belumlah final karena pemerintah masih memberikan kesempatan kedua bagi siswa yang tidak lulus untuk mengikuti ujian ulang yang direncanakan pada 10-15 Mei 2010. “Kami berharap kepada siswa yang mengulang agar mengutamakan mata pelajaran yang sebelumnya tidak lulus , meskipun tidak ada larangan untuk mengulang seluruh mata pelajaran,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Pendidikan Menegah, Drs Hamzah menyayangkan masih adanya sekolah yang seluruh siswanya tidak lulus dalam UAN 2010. Ketidaklulusan tersebut berasal dari Madrasah Aliyah swasta, yaitu MA Istidaduddarain, Kec Tanjung sebnayak 14 orang, MA Riyadul Jannah, Kec. Gangga sebanyak 43 orang dan MA Hidayatul Muttaqin, Kec. Kayangan sebanyak siswa 9 orang.

“Tingkat kelulusan yang masih rendah kemungkinan disebabkan minimnya sarana dan prasarana, dan rendahnya kualitas tenaga pengajar, disamping itu masih menemukan beberapa pengajar memberikan pelajaran bukan berdasarkan kompetensi,” pungkasnya. (pul)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 15 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.