IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

TIM KESENIAN KARANGASEM TAMPIL MEMPESONA di TMII

Indonesiabicara-Amlapura (31/05/2011) Tim Kesenian Karangasem yang dipimpin langsung Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH berhasil tampil mempesona pengunjung pagelaran malam pesona budaya yang dihadiri sejumlah Duta Besar negara sahabat seperti Dubes Portugal, Bangladesh, Suriname, Palestina, Conselor Kedubes Rusia dan Direktur Umum TMII Bambang Parikesit, 28 Mei 2011 di TMII Jakarta. Acara yang dikemas bernuansa etnik merupakan wujud kerjasama antara Perwakilan Propinsi Bali di Jakarta dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), diwakili tim kesenian Kabupaten Karangasem dengan menampilkan Pameran Kerajinan – IKM dan makanan khas daerah serta acara pagelaran dan pementasan yang diisi hiburan khas Karangasem Tari Cakepung dan Pementasan fragmen Ciwa Ratri Kalpa.

Rombongan tim kesenian yang tiba di TMII 27 Mei 2011 siang langsung disambut wakil dari perwakilan Bali Dra. Maria Tresiarika, langsung melakukan persiapan seperlunya untuk melakukan pameran kerajinan IKM dan makanan khas Karangasem serta melakukan check panggung untuk menyesuaikan kapasitas pementasan yang hendak digelar. Sebelumnya menejenemen TMII Drs. Sigit Gunarjo, MM selaku koord anjungan berharap, acara penampilan kesenian dari wakil Bali dalam paket khusus pesona budaya, dapat dilakukan semaksimal mungkin sehingga memberi kesan mendalam bagi para tamu undangan dari perwakilan negara sahabat. Sekdakab. Karangasem Drs. I Nengah Sudarsa, M.Si, saat itu meyakinkan tim kesenian Karangasem yang telah menyiapkan diri secara intensif untuk bisa tampil beda dan memberi image entertainment yang mendalam kepada para pengunjung.

Tarian khas selamat datang yang menjadi ikon Karangasem yakni Puspa Hredaya, membuka penampilan unjuk kebolehan seniman Karangasem dengan iringan tabuh yang mengalun rancak dengan gerak tarian serta alunan nada-nada tabuh yang bernuansa estetik menyampaikan salam hangat selamat datang. Makna tari yang berintikan persembahan kembang dari hati yang tulus kepada para tamu ditata apik Ni Made Kinten dan I Gusti Ngurah Padang, SSKar, sehingga menjadi sajian seni yang agung. Selanjutnya Tari lain yang juga menjadi andalan tim adalah Tari Wiadi Karana yang diciptakan tahun 1973, menyiratkan thema kesehatan yang diatata seniwati kondang Karangasem AA Ayu Sasih Atmaja dan AA Mas Putra, penata tabuh Ida Wayan Ngurah, Pembina tabuh I Nyoman Japa, SSKar dan I Ketut Dharma sementara Pembina tari Ni Made Suradnyani, S.sos.

Untuk puncak pementasan pada sesi akhir ditampilkan fragmen tari Siwa Ratri Kalpa – Kisah Lubdaka karya Empu Tanakung. Hakekat makna dari cerita Lubdaka adalah kegelapan yang terjadi di Bhuana Agung terjadi pula di Bhuana Alit yang disebut Sapta Timira yang perlu diburu dan diperangi setiap saat. Pementasan cerita dibagi kedalam tiga babak yakni babak pertama dengan seting Lubdaka berburu, pada babak ke II ditampilkan Yoga Semadi Dewa Siwa yang diikuti Lubdaka tanpa disengaja, pada sesi ketiga terjadi perang memperebutkan roh Lubdaka antara kekuatan jahat dan kebenaran dimana akhirnya kebenaran selalu menang, ditandai Lubdaka masuk sorga. Rangkaian penyajian tim kesenian Karangasem memperoleh aplus panjang dari penonton yang memenuhi area panggung hiburan TMII, sekaligus member kesan etnik yang unik di hati penonton.

Kepala Kantor Perwakilan Bali mengatakan, pementasan dalam bentuk paket khusus yang bertajuk Pesona Budaya adalah merupakan upaya menampilkan khasanah seni budaya tanah air dalam lingkup kebinekaan seni Indonesia yang diwadahi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Keragaman seni budaya tanah air merupakan cermin betapa kekayaan Indonesia bagaikan mutu manikam dalam untaian zamrud di katulistiwa. Untuk itu kerjasama TMII dengan semua perwakilan Pemerintah Propinsi di Jakarta adalah bentuk dari konsistensi pemerintah membina dan mengembangkan aneka seni budaya bangsa warisan nenek moyang dan kreatifitas karya anak bangsa dalam ajang pesta seni budaya yang memukau penuh dengan nuansa etnik.

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH mengatakan, pengembangan seni budaya melalui kesertaan dalam berbagai event berskala nasional merupakan bagian dari kemampuan membangun bidang seni budaya bangsa melalui kiprah seni para seniman dalam mengimplementasikan hasil buah karya dan karsa masyarakat. Dalam pembangunan seni dan budaya daerah, Karangasem telah mampu melakukan arah pembinaan secara berkesinambungan melalui ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahun, berbagai event lomba budaya lokal serta membina sanggar dan sekaa-sekaa yang menjadi wadah berkiprahnya para seniman tradisional Karangasem.

Wakil Gubernur Bali Anak Agung Puspa Yoga mengatakan, Kabupaten Karangasem yang ditunjuk untuk mewakili Propinsi Bali dalam even Pesona Budaya tahun ini, merupakan rangkaian peran berkesinambungan dari Pemprop Bali dalam mengikuti ajang Paket Khusus Pesona Budaya TMII. Untuk itu ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Karangasem, para seniman yang telah memberikan partisipasinya, turut serta menyukseskan acara penampilan wakil Propinsi Bali ditingkat nasional melalui event Pesona Budaya TMII. Bali yang dikenal memiliki kekhasan bidang budayanya banyak menarik wisatawan, dalam kehidupan masyarakatnyapun tiada hari tanpa seni sekaligus hidup pula dari aktifitas seni yang dilandasi filosofi Agama Hindhu dimana seni menjadi salah satu wujud persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Acara malam Pesona Budaya juga diisi penyerahan bunga kenangan kepada para Duta Besar negara sahabat yang hadir oleh Wakil Gubernur Bali AA Puspa Yoga dan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH.

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 13 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.