IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Tatap Muka Bupati Dengan Pedagang, Bupati Tidak Mau Tanya Jawab, Pedagang Kecewa

IndonesiaBicara-Amlapura (23/04/2012) Bupati Karangasem I Wayan Geredeg akhirnya bertemu dengan perwakilan pedagang yang dipindahkan dari Pasar Amlapura Timur ke Pasar Karangsokong Subagan dan Pasar Darurat di Terminal Subagan, Sabtu (21/04) lalu di Wantilan Pemerintah Kabupaten Karangasem.

Namun Bupati yang diharapkan mau mendengar langsung keluhan para pedagang, tidak bersedia bertanya-jawab dengan para pedagang. Akibatnya, pedagang kecewa dan bersikeras diadakannya sesi tanya-jawab.

Keinginan pedagang untuk menyampaikan langsung keluhannya dihadapan Bupati, sudah terlihat saat Bupati menjelaskan kepada para pedagang, mengapa pedagang dipindah lebih awal. Seorang pedagang kain, Wismaningsih mengangkat tangan dan ingin bertanya langsung dengan Bupati. Namun Bupati tidak berkenan diadakannya tanya jawab.

“Saya datang kesini ingin bertanya langsung dengan Bupati, dan berharap mendapat jawaban langsung, tapi kami di undang disini kok bertanya
sana tidak boleh? Mengapa? Kami hanya ingin minta kejelasan dari Bupati,” keluhnya.

Mengantisipasi terjadi keributan, tanya jawab kemudian dilakukan. Namun bukan Bupati yang menjawab. Curhatan pedagang di dengar Asisten
Tata Praja I Ketut Wage Saputra, Asisten Ekonomi Pembangunan I Made Sujana Erawan, Asisten Administrasi Umum I Made Bagiada, Kepala Bapeda I Wayan Artadipa dan Kabag Ekonomi I Nengah Mindra.

Suasana sempat memanas saat para pedagang akhirnya diberikan kesempatan berbicara.

Seorang pedagang, Adnan, menilai tindakan Pemerintah memindahkan para pedagang dan terkait pembangunan Pasar Amlapura Timur kurang dilakukan sosialisasi dan pemahaman untuk para pedagang, sehingga sempat terjadi ancaman aksi demo.

“Kalau sejak awal Bupati bicara seperti tadi, kami kan jadi sedikit paham, tapi sudah sekitar empat bulan pedagang mengeluh belum juga ada kejelasan”, katanya.

Pedagang lainnya Abdul Karim, asal lingkungan Dangin Seme, Karangasem, mengatakan sejak di pindah ke Pasar Karangsokong penghasilan pedagang menurun drastis. Karena merugi, banyak pedagang yang menjual tanah dan rumah untuk menutupi kerugian yang diderita berbulan-bulan. Bahkan ada juga yang meminjam uang dalam jumlah besar di Bank-Bank untuk
membangun usahanya kembali.

Seorang pedagang yang sudah 19 tahun menjanda Ni Nyoman Rentet bahkan ingin bunuh diri, karena sudah tidak sanggup melunasi hutang-hutangnya dari pinjamannya di Bank, karena hasil berdagang di Pasar Darurat Terminal Subagan tidak seberapa.

”Saya ingin bunuh diri saja, agar hutang-hutang saya dihapus di Bank”, katanya.

Duduk, Dongok, Menangis

Seorang pedagang lainnya Jero Sumiati juga mengeluh minimnya penghasilan yang di dapat saat di pindah ke Pasar Karangsokong dan Pasar darurat Terminal Subagan. Bahkan dia mencatat penghasilannya setiap hari di sebuah buku kecil yang sebenarnya ingin dia berikan kepada Bupati Karangasem I Wayan Geredeg saat bertemu di Wantilan Pemerintah Kabupaten Karangasem. Isi buku itu kemudian dia bacakan saat tanya jawab.

“Gara-gara dipindah, saya hanya bisa duduk, dongok, menangis. Sehari hanya dapat jualan Rp. 6000. Kami ini seperti penduduk transmigrasi
yang belum dapat jaminan”, kata Sumiati pedagang kain.

Terkait dengan pembangunan Pasar Amlapura Timur, Geredeg berjanji pembangunannya akan selesai Desember 2012. Dia juga meminta para
pedagang bersabar karena prosesnya tetap berjalan.

Sedangkan Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana yang juga hadir dalam kesempatan itu mengingatkan janji Bupati itu harus ditepati. Jangan sampai pembangunannya molor sampai ke tahun 2013. Jika tidak, Eksekutif-Legislatif siap-siap untuk di demo. Dia juga meminta
izin-izin yang sifatnya membangun pasar modern dikurangi untuk mendukung keberadaan Pasar Tradisional di Karangasem.

Selain itu Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Karangasem juga diminta lebih sering turun ke bawah untuk mendengar keluhan pedagang. Sehingga keluhan pedagang mendapat tempat dan respon yang membuat mengerti. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 7 + 8 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.