IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Tantangan Media dan Penanggulangan Bencana di Lombok Utara

Manajer Koslata, Sulistyo saat memberikan materi mitigasi bencana di depan insan media Lombok Utara.

IndonesiaBicara-Lombok Utara, (15/11/2010). Dalam memberikan reaksi terhadap bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini di beberapa daerah di Indonesia, Lemabaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koslata berinisiatif merangkul media dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebagai mitra dalam melakukan tindakan mitigasi dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana di KLU.

Diskusi yang menghadirkan Manager Program Koslata, Sulistyo di Café Anom Tanjung kemarin, (14/11) membahas potensi bencana yang mungkin terjadi di Lombok Utara mengangkat tema “Tantangan media dan kebencanaan di Lombok Utara”. Diskusi kali ini juga menyoroti penanganan bencana baik itu yang dilaksanakan oleh Pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

Dalam pemaparan yang disampaikannya di depan peserta diskusi, Sulistyo mengatakan, saat ini, di KLU jenis bencananya masih lokal dan sporadis, artinya bencana yang terjadi tidak dalam skala besar dan hanya terjadi didaerah-daerah tertentu, namun meskipun demikian, semua pihak tetap harus peduli terhadap masalah ini, karena di KLU sendiri banyak daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

Disamping itu, jangkauan lokasi bencana di KLU sangat susah karena berbukit-bukit. Fasilitas komunikasi dan IT serta listrik juga masih terbatas dan terbatasnya jumlah media cetak serta wartawan yang menduduki posisi senior akan menambah kesulitan dalam melakukan akses komunikasi kebencanaan di KLU.

“Kita berharap Koslata bersama media dan pemerintah membangun kemitraan dalam masalah penanganan bencana ini, mitigasi dan pemetaan masalah menjadi hal yang paling penting saat ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sulis menjelaskan, dalam melakukan sosialisasi dan membangun pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya dan kemungkinan terjadinya bencana, media memegang fungsi vital sebagai penyambung lidah Pemerintah dalam menyampaikan kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan terkait masalah penanggulangan bencana.

Tidak hanya itu, Sulis juga menjelaskan saat ini Koslata sudah melakukan pemetaan terhadap beberapa daerah yang di anggap rawan bencana di lima Kecamatan yang ada di KLU, dan pihaknya juga bersama masyarakat berencana akan melakukan penanaman pohon di sembilan Desa untuk melakukan peremajaan.

Mencermati geliat media di NTB khususnya di Lombok Utara, diperlukan suatu komitmen dari media untuk terus mengawal dan memberikan informasi terkait program-program kebencanaan, baik pra bencana, saat terjadi, serta pasca bencana. Khusus untuk wilayah KLU, topografi dan geografis pegunungan merupakan faktor yang menjadikan wilayah ini memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana.(pul)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 3 + 7 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.