IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Tanah Eks HPH Monggal Kembali Longsor

IndonesiaBicara-Tanjung, (22/11/10). Meskipun lahan eks Hak Pengelolaan Hutan (HPH) sudah sekian lama ditinggalkan oleh operator akan tetapi pengaruh dari aktivitas perusahaan HPH tersebut masih dirasakan masyarakat Lombok Utara, khususnya disekitar aliran Kalisegara. Sungai yang merupakan terbesar di Lombok Utara ini merupakan aliran dari salah satu lahan eks HPH yang berada di atasnya.

Pasca hujan belum lama ini yang berlangsung sekitar setengah hari mengguyur daerah aliran Kalisegara memicu  banjir bandang dan mengakibatkan sebuah mobil dump truck yang sedang mengangkut batu di kawasan tersebut hampir hanyut diterjang aliran air yang tiba-tiba datang.

Seorang Warga Bentek, Putrawadi yang kebetulan berada dikawasan tersebut menceritakan bahwa air dari atas datang secara tiba-tiba sehingga truk yang mengumpulkan batu kali hampir hanyut terbawa derasnya aliran air.

“Sebenarnya terdapat 2 truk yang pada saat itu yang sedang mengumpulkan batu kali dan diterjang banjir, namun satu truk berhasil meloloskan diri,” terangnya.

Beruntung juga truk yang terperangkap tersebut diikatkan oleh operatornya pada sebatang pohon yang berada didaerah tersebut, sehingga tidak lantas hanyut ke laut. Setelah beberapa menit terendam air, truk tersebut berhasil ditarik oleh masyarakat.

Camat Gangga, HM Sumadi, SH terkait membenarkan tentang adanya insiden tersebut dan berdasarkan informasi dari warga masyaakat hal tersebut disebabkan oleh longsor di kawasan eks HPH di daerah Monggal. Longsor disebabkan karena di kawasan eks HPH tersebut terdapat timbunan sisa-sisa kayu yang mengakibatkan aliran air terbendung ketika hujan, dan ketika penuh akan dapat mengakibatkan longsor.

“Adanya indikasi longsor tersebut dapat dilihat dari banjir yang datang secara tiba-tiba diikuti dengan banyaknya kayu gelondongan,” terangnya.

Kondisi ini menurutnya sangat mngkhawatirkan jika timbunan kayu yang berada dikawasan eks HPH tidak dibongkar karena akan mengancam daerah sepanjang aliran Kalisegara. (pul)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 14 + 7 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.