IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Surutnya Sungai Barito Mulai Ganggu Transportasi

IndonesiaBicara-Muara Teweh, (17/02/10). Air Sungai Barito di wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) dan Murung Raya (Mura) Kalimantan Tengah dalam sepekan terakhir terus surut, sehingga transportasi mulai terganggu.

“Saat ini angkutan menuju kecamatan di pedalaman mulai terganggu, karena air terus menurun,” kata seorang warga Lampeong Kecamatan Gunung Purei, Winardi, di Muara Teweh, Rabu (17/02).

Menurut Winardi , pada kondisi air normal, angkutan ke sejumlah desa di pedalaman Sungai Teweh (anak Sungai Barito) masih bisa dilalui kapal bermotor (kelotok). Namun kini hanya bisa dilalui perahu bermesin (ces) bermuatan maksimal tiga orang.

Namun, kata dia, pengguna transportasi itu harus mengangkat perahu ketika melewati riam-riam bebatuan yang banyak ditemukan di pedalaman sungai tersebut. “Meski angkutan sungai terganggu, barang kebutuhan warga masih bisa diangkut menggunakan sarana jalan darat,” katanya.

Kondisi yang sama dikemukakan seorang warga Desa Haragandang Kecamatan Lahei, Idrus, bahwa untuk menjangkau desanya yang berada paling pedalaman di Sungai Lahei (anak Sungai Barito) juga kini hanya bisa menggunakan perahu ces. “Saat ini warga beralih ke angkutan darat melalui jalan milik perusahaan tambang maupun perkayuan untuk keluar maupun mengangkut barang,” katanya.

Tak berlayar

Sementara Petugas Teknis Lalu lintas Sungai pada Dinas Perhubungan Barito Utara, Rizalfi mengatakan kondisi air Sungai Barito dalam sepekan lebih terus menurun, sehingga kapal dan tongkang bertonase besar tidak bisa berlayar.

Ketinggian debit air Sungai Barito pada skala tinggi air (STA) Muara Teweh pada Rabu (17/2) siang menunjukkan angka 3,40 meter yang menunjukkan angka tidak aman bagi pelayaran kapal bertonase besar.

“Saat ini tongkang bermuatan dan kosong ada yang bersandar dan kandas di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito,” katanya.

Sejumlah kapal tarik (tug boat) dan tongkang yang sebelumnya berlayar ke hulu maupun hilir  pada beberapa bulan  lalu saat debit air Sungai Barito naik, kini terpaksa bersandar pada beberapa tempat.

Kapal dan tongkang kosong yang terperangkap itu mencapai puluhan unit sebagian besar milik perusahaan tambang PT Marunda Graha Mineral yang arealnya di wilayah Kabupaten Murung Raya.

“Mereka tidak bisa berlayar karena sungai cepat surut, padahal dua pekan lalu masih normal,” jelasnya.

Sebanyak 15 unit tongkang bersandar di kawasan Bukau Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barut, delapan unit di Desa Beras Belangi kawasan pelabuhan khusus (stockpile) milik perusahaan pemegang izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) itu.

Kemudian itu dua unit sebelum atau wilayah selatan jembatan KH Hasan Basri, Muara Teweh. Selain itu milik investor lainnya yang beroperasi di wilayah Kabupaten Barito Utara semuanya pemegang izin kuasa pertambangan (KP) yang mencapai 19 unit tongkang kosong dan dua unit bermuatan masing-masing puluhan ribu metrik ton batu bara.

“Tongkang yang tidak bisa berlayar ini hampir di semua tempat di wilayah Kabupaten Barito Utara,” jelasnya. Surutnya sungai sepanjang 900 kilometer yang hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya dan mengalir ke wilayah selatan di Kalimantan Selatan itu sekarang sulit diramalkan .

Ia menjelaskan, meski saat ini sudah memasuki musim hujan, kenyataannya debit air Sungai Barito turun dan kalau hujan di wilayah hulu hujan maka air kembali naik. “Kami sulit memprediksi kondisi Sungai Barito,” ujarnya.

Sementara Kepala Kelompok tenaga Teknis pada Stasiun Meteorologi Beringin Muara Teweh, Sunardi mengatakan turunnya debit air pedalaman Sungai Barito ini karena curah hujan dalam bulan Pebruari ini hanya 25,1 milimeter di bawah rata-rata.

“Memang saat ini masih musim hujan, namun tingkat  intensitas sangat rendah atau jarang,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 9 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.