IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Sosialisasi Pembangunan Hutan Tanaman Rakyat 2010

IndonesiaBicara-Kabupaten Lampung Barat, (21/06/10). Kabupaten Lampung Barat (Lambar), memiliki luas wilayah daratan sebesar 495.040 ha, yang terbagi dalam 17 wilayah kecamatan dan tidak lama lagi akan dimekarkan 8 kecamatan, memiliki kawasan hutan seluas 397.778 ha.  Yang terdiri dari hutan lindung seluas 48.873 ha, hutan suaka alam atau Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) seluas 297.781 ha dan Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 33.358 ha.

Hal ini berarti bahwa wilayah Lambar, lebih dari 70 persen merupakan kawasan hutan, dimana saat ini kondisi hutan di Lambar terutama di dalam areal kawasan hutan lindung dan HPT kondisinya dalam keadaan kritis (seluas 74.520 ha).  Kondisi ini disebabkan karena jumlah areal yang dapat dijadikan pemukiman oleh masyarakat kurang dari 30 persen, sehingga merupakan hal yang wajar apabila lambat laun masyarakat mulai merambah ke dalam kawasan hutan. Hal tersebut dikatakan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lampung Barat, Nirlan SH pada acara sosialisasi  pembangunan HTR Kabupaten Lampung Barat tahun 2010, di Hotel Sahabat Utama Liwa.

Menurutnya Nirlan, permasalahan ini tentunya perlu ditangani dengan serius dan dicarikan solusinya, agar segala permasalahan yang selama ini timbul dapat dicegah, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih. Pemerintah Kabupaten Lambar selalu berupaya untuk mencari solusi terbaik agar masyarakatnya dapat hidup sejahtera tanpa melanggar koridor hukum yang ada. “ Untuk itu melalui izin dari Menteri Kehutanan (Menhut), Pemkab Lampung Barat berupaya agar masyarakat dapat memanfaatkan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di dalam kawasan hutan tanpa mengurangi kaidah dan fungsi hutan itu sendiri,” jelasnya.

Dikatakannya lagi, saat ini Lampung Barat, telah mendapatkan izin memanfaatkan kawasan hutan lindung seluas 28.759,90 ha melalui program Hutan Kemasyarakatan (HKM), dimana 5 kelompok telah mendapatkan izin tetap selama 35 tahun, dan 26 kelompok izin sementara selama 5 tahun.

Sebagai upaya pemerataan, Pemkab mengupayakan agar masyarakat yang berada di daerah pesisir dapat juga memanfaatkan kawasan hutan, karena di daerah pesisir Lampung Barat, tersebar HPT seluas 33.358 ha. Untuk itu Pemkab Lampung Barat pada tahun 2009 lalu, kembali mengajukan permohonan kepada Menhut, untuk memanfaatkan kawasan HPT seluas 28.000 ha. Dan keinginan tersebut mendapat respon yang positif dari Pemerintah Pusat dengan mengeluarkan surat keputusan nomor: SK.47/Menhut-II/2010, tanggal 15 Januari 2010 tentang pencadangan areal untuk pembangunan HTR seluas 24.835 ha di Lampung Barat.

Masih kata Nirlan,  izin HTR diberikan dalam jangka waktu 60 tahun dan dapat diperpanjang kembali selama 35 tahun. Dan izin HTR ini tidak dapat diperjualbelikan, dipindahkantangankan, dan diwariskan. Di dalam proses pemberian izin HTR ini, Peratin (Kepala Desa), mempunyai peranan sangat penting, karena peratin akan mengeluarkan keterangan domisili dan rekomendasi, baik izin yang diajukan secara perorangan ataupun melalui koperasi.

“Hal ini berarti bahwa izin HTR diperuntukkan untuk masyarakat setempat dan ini sejalan dengan keinginan pemerintah bahwa program tersebut benar-benar untuk kepentingan dan mensejahterakan masyarakatnya.” ungkapnya.

Nirlan berharap kegiatan sosialisasi mengenai HTR, yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Lampung bersama dengan Dinas Kehutanan dan Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Lampung Barat akan lebih menambah wawasan aparat pemerintah dalam upaya memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai hutan tanaman rakyat, sehingga program tersebut dapat berjalan dengan baik dan optimal. (Eko)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 3 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.