IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Soal Sengketa Tanah Dengan PT WAH, Warga Trawangan Acam Demo

IndonesiaBicara-Lombok Utara, (15/02/10). Persoalan lahan tanah seluas 13 hektar yang ada di Gili Trawangan, Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang sudah 30 tahun di kelola masyarakat sekitar, hingga saat ini masih belum tuntas. Bahkan sejak 5 tahun terakhir lahan tersebut di klaim milik PT Wahana Alam Hayati (PT WAH) berdasarkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang di keluarkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Persoalan tersebut juga sudah di sampaikan kepada pihak eksekutif dan legislatif KLU untuk segera di selesaikan dan di carikan solusi yang tepat, terlebih secara lisan dan tulisan masyarakat dan tokoh masyarakat terkait meminta agar kedua pihak ini (eksekutif dan legislatif-red) untuk mengadvokasi persoalan tersebut.

Namun semua upaya yang sudah di lakukan dan berdasarkan permintaan dari legislatif untuk secara langsung mempercepat penyelesaian persoalan ini belum juga menemukan titik terang. Bahkan menurut DPRD KLU persolan tersebut akan menjadi agenda utama dalam sidang pertama tahun ini serta akan di bahas dan di usulkan dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD KLU untuk penyusunan dan agenda kerja dewan, tapi hingga kini belum juga terlaksana.

Hal itu di keluhkan salah satu tokoh masyarakat Gili Trawangan, KLU, H Rukding bersama beberapa tokoh masyarakat dan pengurus RT lainnya dalam press release pada Senin (15/2) yang di tandatangani Kepala Dusun Gili Trawangan, Zaenudin. “Betapa kecewanya kami khususnya warga Gili Trawangan yang berada di lahan sengketa, terlebih ketika kami mengetahui bahwa surat pengaduan yang kami sampaikan sama sekali tidak disinggung pada Rapat Banmus ataupun diagendakan perihal advokasinya pada masa sidang pertama tahun ini, seperti yang di janjikan DPRD KLU.

“Kami juga tidak tahu pasti penyebab sengketa tanah Gili Trawangan tidak dijadwalkan. Apakah ini ada korelasinya dengan kunjungan Kades Gili Trawangan, M Taufik dan perwakilan PT WAH, Sukirno, ke Ketua DPRD KLU. Hal ini berkembang di kalangan warga Gili Trawangan, bahwa PT WAH telah mencoba untuk mengajak pihak DPRD KLU berselingkuh, dan kami berharap anggapan ini tidak benar, tambahnya.

Senada dengan itu, Alek GT, menambahkan, “Dalam waktu dekat kita akan kembali bersurat dan menghadap DPRD KLU terkait tindak lanjut surat pengaduan yang pernah kami sampaikan, serta mendesak DPRD KLU untuk segera menentukan sikap dalam upaya mengadvokasi sengketa tesebut. Andai tidak di tindak lanjuti, kami akan menempuh aksi demonstrasi hingga batas waktu yang tidak di tentukan, tambahnya. (pul)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 9 + 3 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.