Konflik di Intan Jaya telah membuat warganya mengungsi keluar daerah. Salah satu dampak dari kejadian ini adalah munculnya ancaman kelaparan bagi para pengungsi. Guna menyikapi hal tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) RI merespon permintaan dari Pemerintah Provinsi Papua melalui pemberian bantuan beras sebanyak 120 ton untuk para pengungsi Intan Jaya.
Penyerahan bantuan beras tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, kepada Bupati Intan Jaya di Nabire. Penyerahan simbolis ini dilakukan disela-sela ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).
“Selain beras, kami juga akan memberikan bantuan lainnya seperti garam, minyak kelapa serta sarung buat anak dan sebagainya. Jadi, kita di provinsi berupaya pastikan supaya pengungsi Intan Jaya ini mereka aman, nyaman dan bisa kembali dengan kampungnya dengan baik,” ujar Klemen.
Selain itu, bantuan juga datang dari Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Kabupaten Intan Jaya yang menyalurkan bantuan bahan makanan kepada para pengungsi Intan Jaya di Kabupaten Nabire, Papua. Ketua KAPP Intan Jaya, Henes Sondegau, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud dari kepeduliaan KAPP Intan Jaya terhadap masyarakat pengungsi.
“Apa yang kami salurkan itu adalah bukti kepedulian kami terhadap bapa, mama, kaka, dan adik-adik. Kami KAPP Intan Jaya tidak punya apa-apa. Yang kami bantu ini adalah sumbangan dari orang-orang yang punya hati nurani untuk kemanusiaan,” ucap Sondegau
Lebih lanjut, Sondegau menyatakan bahwa KAPP Intan Jaya telah berhasil mendistribusikan bantuan makanan ke Waroki, suatu kampung yang menampung lebih dari 260 orang pengungsi asal Intan Jaya. Penyaluran bantuan itu dilanjutkan ke Jayanti, tempat dimana 500 lebih warga Intan Jaya mengungsi. Sedangkan di Kampung Gerbang Sadu Wadio, KAPP berhasil mendistribusikan bantuan kepada 100 orang pengungsi.

Tinggalkan Balasan