IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Seminar Nasional : “Dunia Tanpa Kekerasan Perspektif Nahjul Balaghah”

IndonesiaBicara.com-CIPUTAT (15/10/14). Kampus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat bekerjasama dengan Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia menggelar Seminar Nasional yang bertajuk “Dunia Tanpa Kekerasan Perspektif Nahjul Balaghah”, di Auditorium Harun Nasution, Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (15/10).

Dalam kesempatan tersebut Prof. DR. Sayyed Monzer Hakim perwakilan dari Kedubes Iran menuturkan bahwa Imam Ali Bin Abi Thalib dalam Nahjul Balaghah menerangkan tentang kehidupan sosial dan politik yang membutuhkan kedamaian.

“Islam adalah agama kasih sayang, damai, dan mendidik umat. Surat dalam Al-Quran selalu dimulai dengan Bismillah yang didalamnya ada sifat Allah yang Rahman dan Rahim. Itulah yang dinamakan bahwa Islam adalah Rahmat”, tutur Monzer Hakim

Sesungguhnya Allah tambah Monzer, tidak akan merubah suatu kaum, sehingga kaum itu merubahnya sendiri, maka dari itu keteraturan agama bergantung kepada keteraturan dunia.

Ia menambahkan dalam kitab Nahjul Balaghah, Imam Ali berkata; takwa adalah perbuatan baik, Allah mahakaya, mahakuasa maka sesungguhnya Allah tidak membutuhkan ketaqwaan manusia.

Dalam kitab itu Imam Ali ingin menjelaskan bahwa kehidupan di dunia adalah kehidupan sementara, dan kehidupan akhirat yang kekal.

“Aksi teror yang dilakukan para teroris, mereka memahami bahwa hidup di dunia adalah segalanya, dunia adalah kekal, dan itu sangat keliru karena kehidupan sejati yang abadi adalah kehidupan akhirat, seharusnya di dunia menanam kebaikan bukan sebaliknya. Muslim harus tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian”, ucapnya.

Hal yang sama diutarakan Dr. Sayed Mufid Husaini yang juga berasal dari Iran.

“Jika masyarakat kembali kepada Al-Quran tentang apa mawaddah kepada ahlul bait, yaitu kita harus meneladani para keturunan Rasulullah SAW sebagaimana terdapat dalam surat al-Ahzab ayat 33, salah satu keturunan Nabi yaitu imam Ali Bin Abi Thalib, dalam diri Imam Ali bin Abi Thalib banyak hal yang bisa kita teladani salah satunya konsep sosial”, katanya.

Mufid Husaini menjelaskan Nahjul Balaghah telah diterjemahkan sejak abad 18 ke dalam bahasa Inggris, Perancis dll, kitab itu menjadi rujukan tentang penyelesaian kasus HAM, Kemerdekaan, dan lain lain yang berhubungan langsung dengan kehidupan sosial.

Sementara itu Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. DR. Syukron Kamil, MA, mengatakan bahwa Nahjul balaghah dalam kajian sastra memiliki nilai-nilai keindahan bahasa karena didalamnya terdapat Al-Quran dan Hadis sehingga kalau boleh dikatakan kitab Nahjul Balaghah adalah miniatur Al-Quran.

“Allah akan mendukung pemerintahan yang adil walau pemimpinnya kafir, dan Allah akan melaknat pemerintahan yang dzalim meskipun pemimpinnya Muslim”, ucapnya.

Syukron Kamil, menambahkan, Jika umat Islam menginginkan perdamaian maka jangan memperdebatkan furu’iyyah.

Karena menurut Syukron Kamil, salah satu faktor pemicu kekerasan dan perpecahan adalah perebutan sektor ekonomi dan politik. Rekonsiliasi bisa terjadi bila kita melihat ke depan bukan ke belakang, jangan jadikan masa lalu sebagai penghalang untuk maju di masa yang akan datang.

Dalam kesempatan yang sama Guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. DR. Zainun Kamaluddin menjelaskan tentang Pendekatan teologis Islam, jika diartikan adalah perdamaian, Islam itu damai. Maka kita dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menyampaikan salam yang artinya damai dan selamat.

“Inti ajaran Islam adalah kedamaian begitupun dengan Nabi-nabi yang lainnya diutus dengan misi perdamaian. Nabi di Mekkah selama 13 tahun tidak pernah menyerukan perang bahkan saat Nabi didzalimi Nabi tidak pernah melawan, itu terbukti dengan ayat-ayat yang turun pada periode Mekkah tidak ada ayat yang mengindikasikan kekerasan”, pungkasnya.

Sedikitnya 600 mahasiswa hadir dalam seminar nasional yang bertujuan untuk memberikan pengertian kepada Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah bahwa ajaran Islam sesungguhnya tidak mengajarkan kekerasan melainkan mengajarkan kedamaian. (Rif/Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 4 + 3 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.