IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Seleksi KPU Tangsel Dinilai Tidak Fair

IndonesiaBicara.com-Tangerang Selatan,(23/06/10). Diduga dicurangi dalam proses Seleksi anggota KPU Tangsel, empat orang calon anggota KPU Tangsel yang tidak lolos mendatangi DPRD Tangsel untuk mengadukan permasalahan ini, Selasa (22/6).

Empat orang tersebut adalah, Budi Usman, Entang Choirulumam, Muslihudin dan Solihul Umam. Di gedung dewan mereka ditemui oleh Sukarya dan TB Bayu Murdani dari Komisi A DPRD Kota Tangsel.

Dihadapan Anggota Komisi A, Solihul Umam menjelaskan bahwa Tim Seleksi diduga melakukan pengkatrolan nilai kepada calon anggota yang sudah diplot oleh pihak-pihak tertentu. “Pengkatrolan nilai bagi calon-calon yang sudah diplot dilakukan pada saat fit and proper test maupun wawancara, sehingga bagi calon yang sudah mendapat nilai bagus pada saat psikotes tetapi dia bukan calon yang diinginkan maka akan dijatuhkan nilainya saat wawancara dan fit proper test,” paparnya.

Lebih lanjut Solihul Umam mengatakan dirinya merasa saat tes psikotes nilainya cukup bagus dan dalam tes tertulis mendapatkan nilai yang paling bagus. Dalam wawancara pertanyaan-pertanyaannya hanya ulangan dari tes tertulis sehingga logikanya dirinya dapat menjawab pertanyaan wawancara dengan hasil yang cukup baik.

“Saya mempertanyakan proses penilaian Tim Seleksi terkait dengan wawancara, karena saya merasa nilainya dijatuhkan saat wawancara sehingga nilai test tertulis dan psikotes menjadi tidak bermanfaat. Tim Seleksi harus bisa menjelaskan kepada masyarakat bagaimana proses penilaian yang dilakukan,” katanya.

Budi Usman Calon yang juga tidak lulus meminta kepada Komisi A agar bisa memanggil Tim Seleksi calon anggota KPU Kota Tangsel dan bersedia membeberkan semua berkas penilaian kepada anggota DPRD Kota Tangsel. Terkait dengan pelantikan KPU Kota Tangsel terpilih, Budi tidak mempermasalahkannya, “Kalau besok ada pelantikan ya tidak masalah, yang dijadikan masalah adalah proses penilaian oleh tim seleksi,” paparnya.

Tim Seleksi, menurut Budi Usman dinilai tidak capable dalam melakukan tes terhadap calon anggota KPU Kota Tangsel karena background mereka kebanyakan dari dakwah dan bukan politik, seharusnya background mereka dari FISIP atau Hukum yang mengerti masalah perundang-undangan tentang Pemilukada.

Sementara itu Tb Bayu Murdani dari Komisi A DPRD Kota Tangsel mengatakan akan segera memfasilitasi untuk memanggil anggota Tim Seleksi KPU Tangsel, namun pihaknya mengakui tidak mudah memanggil Tim Seleksi tersebut karena masing-masing anggota Tim Seleksi punya kesibukan. “Komisi A akan memanggil Tim Seleksi KPU Tangsel secepatnya agar masyarakat mengetahui proses seleksinya,” ucap Bayu. (Rintho)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 4 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.