IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Proyek Besar Peluang Investasi

IndonesiaBicara-Amlapura (08/09/11). Untuk pelaksanaan kegiatan proyek-proyek besar yang dilaksanakan di Kabupaten Karangasem secara normatif sudah ada kordinasi baik dengan Pemprop maupun legaslatif. Jika tidak, maka kegiatan juga tidak dapat berjalan karena koordinasi termasuk bagian dari mekanisme manejemen.

Demikian diutarakan Bupati I Wayan Geredeg, terkait apresiasi soal koordinasi pelaksanaan proyek-proyek skala besar di Kabupaten Karangasem. Dikatakan, konsesi proyek-proyek infrastruktur berskala besar yang diraih Karangasem berdampak pada tertanamnya investasi di Karangasem juga mempengaruhi tingkat perguliran roda ekonomi daerah secara tidak langsung. Pada tingkat lanjutan, multiplier effect yang diharapkan juga bakal terapresiasi ke depan.

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg menyebutkan, proyek-proyek fisik maupun non fisik yang diperoleh Karangasem antara lain Pembangunan Infrastruktur Pelabuhan Kapal Pesiar (Dermaga Cruise) Tanah Ampo Manggis terbesar pertama di Indonesia, Pembangunan Jaringan dan Distribusi Air Bersih Sungai Telaga Waja (ABTW) ke-7 Kecamatan terbesar di Indonesia, Pembangunan Brodstock Udang terbesar di Asia Tenggara berlokasi di Lepra Desa Bugbug Karangasem, Proyek Embungisasi, Kaptering Distribusi Air Bersih, Prasarana Kesehatan, Rehabilitasi Abrasi Pantai Efek Pasca Bencana, Pendidikan serta Pembangunan Jalan.

Dijelaskan, target penyelesaian Dermaga Cruise sudah menjadi komitmen Pemerintah Pusat sehingga tidak ada hambatan lagi dari segi pendanaan untuk merampung sesuai tahapannya. Pembangunan sarana pariwisata merupakan prioritas karena bersifat infrastruktur serta menyerap tenaga kerja yang luas, sekaligus berkait dengan penggunaan dana stimulus yang mesti diselesaikan sesuai harapan pemerintah.

Bahkan untuk merampungkan pembangunan jalan melingkar Pemerintah Pusat membantu hingga Rp 20 milyar sehingga lebih menjamin kualitas pembangunannya akan mencapai yang terbaik.

Pembangunan dermaga Tanah Ampo Manggis Karangasem tidak saja sudah relevan dengan konsep pembanguan bidang kepariwisataan Bali , tetapi juga sudah cocok dengan RPJMD, RTRW Propinsi, RDTR Kabupaten Karangasem Tatanan Transportasi Wilayah dan Lokal serta telah dipayungi oleh Perbup Karangasem No 34 tahun 2006 tentang Penetapan Lokasi Kawasan Pelabuhan Pariwisata Tanah Ampo.

Disamping itu sesuai semangat UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah merupakan salah satu kewenangan dalam menjalankan otonomi daerah.

Sedangkan untuk proyek jaringan air bersih dari sumber air baku Telaga Waja untuk distribusi ke-7 Kecamatan di Karangasem kecuali Rendang sejauh ini sudah memperoleh green light melalui skema pembiayaan multi years hingga tahun 2012.

Proyek tersebut saat ini sudah masuk tahapan distribusi utuk arah lokasi dari Reservoir Putung menuju Sangkan Guung-Tangkup, Putung-Duda Utara, Putung-Ulakan, Yeh Malet, Putung–Sibetan-Telaga Tista (Dukuh) melalui kebun salak menuju Linggasana, Ababi. Dari Ababi menuju Utara ke Kubu.

Pembangunan fisik besar lainnya meliputi Pembangunan Brodstock Udang di lokasi Lepra Desa Bugbug menyerap anggaran dan sudah beroperasi serta semua program pembangunan tersebut dipandang bakal dapat memberi dampak multiplier effect cukup besar bagi peigkatan perekonomian masyarakat Karangasem sehingga bisa menurukan predikat kemiskian yang angkanya masih relatif tinggi.

Jika Dermaga Kapal Pesiar kelak sudah beroperasi secara normal, maka optimis Karangasem bakal kecipratan pemasukan yang tidak kecil serta dampak langsung yang dirasakan masyarakat. Untuk itu mulai saat ini diharapkan masyarakat menyiapkan diri untuk menyongsong era baru pengembangan kepariwisatan berbasis wisatawan kapal pesiar.

Menurut Geredeg, mereka merupakan wisatawan pilihan berkelas yang loyal membelanjakan uangnya. Diminta masyarakat Karangasem khususnya yang ada di sekitar pelabuhan dan berdekatan dengan destinasi kunjungan obyek wisata agar bersiap-siap untuk memanfaatkan momen strategis tersebut, guna dapat mendulang income baik bagi desa maupun masyarakat langsung.

Kedepan keberadaan Dermaga Cruise Tanah Ampo Manggis Karangasem sebagai pelabuhan Kapal Pesiar satu-satunya di Indonesia, bakal menjadi incaran banyak agent cruise dunia sehingga percepatan pembangunannya mutlak harus diprioritaskan oleh Pemerintah Pusat.

Konsistensi penyelesaian dermaga diharapkan bisa ditepati pada tahun 2011 akhir atau akhir induk 2012. Yang lainnya Karangasem diharapkan pula mampu menyediakan fasilitas air bersih dan bahan bakar minyak (BBM) untuk pengisian kapal yang bakal singgah.

Menyangkut kesanggupan penyediaan fasilitas, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengatakan, Pemkab Karangasem siap menyediakan sarana air bersih dengan kualitas kelas 1 yakni distribusi air baku Telaga Waja, dimana tahun 2010 sudah mulai masuk wilayah Manggis dari arah Putung Selat untuk distribusi nilai ekonomis.

Sementara untuk fasilitas BBM, lokasi Tanah Ampo sangat dekat dengan lokasi Depo Minyak Manggis yang menyediakan BBM untuk Indonesia Timur yang nantinya bisa dikoordinasikan.

Pusat Pengembangan Induk Udang Vaname (Brodstock Centre) terletak di Karangasem Bali beroperasi sejak Mei 2009 dapat melayani permintaan pengusaha udang untuk suplai jenis bibit udang calon induk (nofly) sekitar 15 juta ekor/hari.

Dari penebaran awal sesuai standar telah berhasil dikembangkan udang calon induk sekitar 2500 ekor. Melalui proses seleksi/sortir setiap 2 minggu sekali proses teknis menggunakan teknologi pengembangan induk udang.

Sementara target seleksi individu dan family yang dilakukan, sementara belum diarahkan untuk tujuan eksport, tetapi untuk memenuhi permintaan dalam negeri. Untuk jenis calon induk udang ditargetkan dapat disuplai sekitar 15 juta ekor/ hari dan sudah masuk daftar pesanan.

Meretas masalah klasik kekeringan yang ditandai jeritan kekurangan air bersih, ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Upaya ekstra keras yang dilakukan Pemkab Karangasem dalam 3 tahun belakangan masih terus berlanjut.

Kebijakan pembangunan sektor air bersih sebagai salah satu program ikon pembangunan daerah Karangasem, masih terus berlanjut. Tidak kurang Rp 50 milyar lebih dana terus dikucurkan untuk menopang perencanaan pembangunan air bersih.

Dibidang embung geomembran 90% airnya dimanfaatkan warga untuk kebutuhan minum, ternak serta pertanian. Pemberdayaan air embung setelah beroperasi diserahkan kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan. Namun jika ada perbaikan tehnis, pemerintah berkewajiban utuk melakukan perbaikan. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 3 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.