IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Polemik Antara Pemkab BU Dengan ESDM Provinsi Bengkulu

IndonesiaBicara-Bengkulu, 7 Agustus 2009. Polemik yang terus berkembang antara Pemkab Bengkulu Utara (BU) dengan ESDM Provinsi Bengkulu “Daripada mendebatkannya di media, lebih baik dia datang ke sini. Silakan saja kalau mau mengajak ahli hukum, ahli pertambangan, ahli lingkungan dan lainnya. Mari kita bedah dan bahas bersama. Nanti, akan ketahuan siapa sebenarnya yang tak paham hukum?” kata Abubakar di ruang kerjanya kemarin.

Menurut Abubakar, landasan Dinas ESDM membuat kebijakan tersebut kontra faktual. Pertama, terkait alasan adanya kekosongan hukum. Sebab, kebijakan mengeluarkan SKAB sudah ada sejak Benteng belum terbentuk. Pemkab Benteng meneruskan kebijakan yang dibuat Pemkab Bengkulu Utara.

“Kalau memang harus dibuat payung hukumnya, mestinya Dinas ESDM memberikan rekomendasi kepada Pemkab Bengkulu Tengah. Bukan mengambil alih kewenangan dengan cara melarang Dinas Pertambangan dan ESDM Bengkulu Tengah. Sebagai pembina kabupaten, saya kira, sangat tidak pantas bila tindakan itu dilakukan Dinas ESDM Provinsi,” kata Abubakar.

Abubakar juga menilai langkah melarang Dinas Pertambangan dan ESDM Bengkulu Tengah mengeluarkan SKAB sudah lari dari pokok permasalahan yang disoroti Dinas ESDM Provinsi. Awalnya, Dinas ESDM Provinsi mempermasalahkan pencemaran lingkungan. Dengan masalah tersebut, masyarakat dilarang mengumpulkan limbah batu bara.

“Namun, setelah itu, masyarakat kembali dibolehkan memungut. Lantas, kewenangan Dinas Pertambangan dan ESDM Benteng mengeluarkan SKAB diambil alih. Sementara masalah pencemaran dilupakan. Ada apa ini?” kata Abubakar.

Terpisah, Kepala Desa Kembang Seri Sunardi juga menduga ada sesuatu yang ditutup-tutupi Dinas ESDM Provinsi Bengkulu. Pasalnya, dia pernah diminta untuk membuat surat yang menerangkan bahwa batu bara yang dikumpulkan warganya bukan merupakan limbah. Melainkan hasil endapan sungai Bengkulu.

“Saya tidak mau. Setahu saya, batubara yang dikumpulkan warga itu berasal dari sisa cucian perusahaan tambang yang ada di hulu sungai. Ini kan aneh. Ada apa sehingga meminta surat seperti itu?” kata Sunardi. (Indo Berita) (Irn)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 8 + 13 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.