IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pertemuan EFA Bahas Peningkatan Kualitas dan Pemerataan Guru

Indonesiabicara-Bali, (13/09/2011). The International Task Force on Teachers for Education for All (EFA) bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia menggelar Third International Policy Dialogue Forum yang berlangsung di Kuta, Bali.

Di sela pertemuan yang berlangsung dua hari dari 13-14 September 2011, Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Djalal mengatakan, sejak terbentuknya lembaga tersebut pada 2008 telah digelar kegiatan berkaitan isu tentang guru.

“Untuk kawasan Asia, kegiatan seperti ini, baru pertama kali Indonesia menjadi tuan rumah,” katanya.

Dia menjelaskan, pertemuan tersebut diharapkan dapat mempertajam berbagai persoalan menyangkut kondisi, tantangan, dan peluang yang dihadapi para guru terutama di daerah terpencil.

Mereka akan membicarakan kondisi guru berhubungan kualitas dan pemerataan di berbagai wilayah di negara-negara anggota.

“Negara peserta akan berbagai pengalanan dalam pengembangan serta implementasi rencana dan strategis yang komprehensif untuk pemerataan kualitas guru,” katanya.

Pertemuan itu, lanjutnya, dalam kerangka EFA lewat pelatihan yang efektif, mulai dari rekrutmen hingga pengembangan karir guru di kawasan Asia Afrika.

Menurut Director for the Planning and Develpoment of Education Systems UNESCO, David d’Atehoarena David, sebanyak 1,1 juta orang guru diperlukan untuk wilayah Sub-Sahara Afrika namun wilayah tersebut juga masih harus mencari 933 ribu guru pengganti yang saat ini akan beralih profesi karena pensiun, lanjut usia dan beralih profesi lainnya.

Menurut David, jumlah guru yang ada saat ini sangat minim. Idealnya, satu orang guru hanya mengajar maksimal 40 orang. Namun, di wilayah Asia-Afrika, komposisi tersebut sangat tidak ideal karena ada yang mengajar lebih dari 40 murid.

“Kebutuhan akan jutaan guru tersebut harus segera dipenuhi dalam kurun waktu tahun 2009 sampai 2015 agar universal primary education dapat tercapai,” ujarnya.

“UNESCO akan membantu dengan sungguh-sungguh bagi negara-negara dengan komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas gurunya masing-masing,” tutur David.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kemendiknas, Ananto Kusuma Seta mengatakan, saat ini, Indonesia bukan lagi dalam kondisi kekurangan guru.

“Jumlah guru di Indonesia untuk level pendidikan SD hingga SMA sudah sangat mencukupi. Namun, karena sebarannya tidak merata dan tidak efektif, untuk daerah-daerah terpencil masih saja terjadi kekurangan guru,” ujarnya.

Untuk daerah perkotaan, lanjut Ananta, banyak terjadi kelebihan guru yang berimbas pada ketiadaan standar layak bagi para guru dalam mengajar. Sebaliknya, untuk daerah pedesaan banyak sekali terjadi kekurangan guru sehingga seorang guru bisa mengajar lebih dari batas maksimal jam mengajar.

Diharapkan forum ini mampu memperkuat kerja sama antar pemerintah dari negara-negara anggota, para stakeholder, para pakar dan ahli di bidang pendidikan.

Semua itu, tambahnya, guna semakin mengukuhkan advokasi dan mempromosikan pengembangan kebijakan bagi guru di masing-masing negara. (L3o)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.