IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pertamina Beri Pewarna Pada Mitan Bersubsidi

IndonesiaBicara-Lombok Utara, (06/11). Program nasional konversi minyak tanah (mitan) ke bahan bakar gas terus diterapkan diseluruh daerah, hal ini seiring dengan kemampuan pemerintah dalam mensubsidi mitan yang kian terbatas bahkan sejak tanggal 21 Oktober lalu, pihak Pertamina telah memberikan pewarna khusus untuk mitan yang masih disubsidi dengan warna ungu. Upaya pewarnaan itu, untuk mempermudah masyarakat dalam membedakan dengan mitan non subsidi dan memperkecil penyelewengan oleh pengecer.

Meski demikian, masyarakat di daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih menghadapi persoalan kelangkaan mitan, hingga mahalnya harga minyak tanah bersubsidi di sejumlah agen dan pengecer. Pantauan IndonesiaBicara di tiga kecamatan KLU menunjukan, harga eceran tertinggi (HET) minyak tanah Rp 2800 per liter  yang dibandrol pihak Pertamina ternyata dijual oleh pengecer nakal dengan harga bervariasi mulai dari Rp 6 ribu – 7 ribu per liter.

Terhadap persoalan tersebut, Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM KLU terus meningkatkan pengawasan di tingkat agen sampai pengecer, bahkan menurut Kepala Bidang Perdagangan Disperindakop KLU, H Nurdin Haris, SSos, saat ditemui mengatakan, pihaknya telah bersurat kepada pihak Pertamina untuk meminta sistim dan mekanisme pengawasan mitan bersubsidi dengan warna khusus itu.

Ia juga mengakui belum optimal dalam melakukan pengawasan terhadap pengecer nakal, hal ini dikarenakan kondisi geografis KLU yang cukup sulit. Menurut Haris, penguasaan prosedur sistim distribusi serta harga eceran tertinggi oleh pemerintah sangat penting untuk mengetahui perkembangan harga dipasaran. “Sejauh ini belum ada laporan adanya pengecer nakal yang menjual mitan melebihi HET, kami akan menindak tegas agen dan pengecer nakal yang menjual mitan melampaui HET, dengan mencabut surat izin usahanya”, tegas Haris.

Selain itu menurut Haris, untuk membantu masyarakat memperoleh mitan bersubsidi pihaknya akan terus melakukan operasi pasar mitan secara menyeluruh diwilayah KLU. Rencananya, awal tahun 2011 pihaknya akan kembali menggelar operasi pasar di 33 desa, dengan mendistribusi mitan hingga 165 kilo liter. (pul)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 4 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.