IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Peringatan Sumpah Pemuda Ke-85 : “Komando Prihatin Dengan Kondisi Bangsa Saat Ini”

IndonesiaBicara.com-MAKASSAR (28/10/13). Peringatan Sumpah Pemuda ke 85, 28 Oktober 2013 tahun ini dipringati oleh elemen mahasiswa dengan menggelar aksi unjukrasa keprihatinan terhadap kondisi bangsa saat ini.

Seperti yang dilakukan puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO) Makassar. Mereka menggelar aksi memperingati Sumpah Pemuda didepan kampus UIN Alauddin Makassar.

Dalam orasinya Humas KOMANDO, Amar Anggriawan menerangkan bahwa 28 Oktober 1928 sering disebut sebagai momentum lahirnya bangsa Indonesia dengan diprakarsainya Sumpah Pemuda dalam Kongres yang dilakukan oleh pemuda Indonesia pada masa itu, yang disebut menjadi cikal bakal kebangkitan serta komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

“Semenjak kemerdekaan hingga lebih dari 85 tahun, yang dihasilkan bukanlah suatu kemajuan dan kebangkitan pada masyarakatnya, melainkan sebaliknya justru yang terjadi adalah kemunduran dan kemerosotan. Betapa tidak, sampai dengan saat ini dibawah kepemimpinan SBY-Boediono fakta kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, ketidakadilan, korupsi, disintegrasi,perampokan sumber daya alam atas nama investasi dan konflik agraria serta berbagai problem lain, termasuk penjajahan”, ungkapnya.

KOMANDO juga menyoroti tentang pertemuan KTT APEC 2013 di Bali, yang telah membawa Indonesia sebagai Negara-Bangsa menjadi Corporate State merubah negara yang berpijak kepada bangsa menjadi negara yang harus bertanggungjawab kepada perusahaan.

“Belum selesai luka yang diakibatkan amandemen UUD 1945 yang semakin waktu telah dirasakan semakin remuknya kedaulatan dan kesejahtraan bangsa yang dilindungi oleh konstitusi amandemen UUD berlajut kepada penghancuran pondasi bangunan negara bangsa menjadi negara perusahaan”, kata Amar.

Sementara itu dalam peringatan yang sama di Pandeglang Banten, puluhan mahasiswa dari Keluarga Besar mahasiswa (KBM) STAISMAN Pandeglang juga menggelar aksi didepan kampusnya. Dalam aksinya mereka menyoroti kasus korupsi yang tengah menghangat di Provinsi Banten.

Menurut Humas KBM STAISMAN Pandeglang, Mohammad Mahruz Ali, mengajak pemuda Banten untuk jeli melihat daerah Banten tercinta sedang dilanda kegelisahan atas apa yang tersembunyikan, seperti halnya korupsi, kolusi dan nepotisme yang mulai menyeruak ke permukaan.

“Dalam pandangan kami ini sangat membuat mentalitas rakyat banten down, tetapi tidak untuk pemuda. Maka pada momentum sumpah pemuda ini kami sebagai Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam KBM STAISMAN, sebagai bentuk rasa kekecewaan kami menyatakan sikap tegas dan mengecam keras kepada pemerintahan Kab.Pandeglang yang gagal dalam membangun Pandeglang”, ungkapnya.

Elemen mahasiswa dari KOMANDO menggelar aksi serentak dalam memperingati Sumpah Pemuda dibeberapa daerah, seperti Makassar dan Cianjur serta Pandeglang dengan tuntutan Nasionalisasi Aset-Aset Vital dan Industri. Pertambangan Asing dengan Membangun Industri Nasional Yang Kuat dan tangguh di Bawah Kontrol Rakyat. Tuntaskan Kasus Korupsi dan Tuntaskan konflik agraria yang terjadi di negeri ini serta Adili SBY- Budiono dan kroni-kroninya. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 13 + 4 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.