IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Penumpang KRD Blokir Rel

Indonesiabicara.com—JAMBE (24/09/2013)  Ribuan penumpang Kereta Api (KA) Ekonomi Rangkas Bitung dari Desa Daru Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang menuju Jakarta demo dan menyandera kereta api. Penumpang menolak pembatasan tiket yang diberlakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai hari ini. Dari ribuan penumpang hanya sekitar 150 tiket yang disediakan.

Anto salahsatu calon penumpang KA Ekonomi Rangkas Bitung menuju Tanah Abang mengungkapkan, aksi berlangsung sejak pukul 07.00 Wib tanpa pengawalan ketat dari aparat kepolisian, TNI dan Trantib Kecamatan Jambe. Saat itu sekitar 1000 orang lebih calon penumpang mengantri untuk membeli tiket. Mereka kaget setelah Stasiun Daru hanya menyediakan 100 tiket untuk keberangkatan KA Ekonomi Rangkas Bitung hari ini ke Jakarta.

 

Ribuan calon penumpang yang tidak kebagian tiket tersebut kesal dan heran dengan sikap para petugas Stasiun KA Daru. Massa pun langsung menyandera KA Ekonomi Rangkas Bitung dengan cara duduk-duduk di rel kereta api. Kemudian meminta penumpang yang sudah naik kereta untuk turun, sebagai wujud solidaritas. Petugas PT KAI dari Jakarta pun tiba untuk melakukan mediasi bersama perwakilan calon penumpang. Aksi ini baru bubar sekitar pukul 10.00 Wib setelah ada jaminan tidak ada pembatasan penjualan tiket lagi oleh PT KAI.

 

“Biasanya tiket yang terjual banyak bisa sampai 700 tiket, menginggat jumlah calon penumpang di stasiun ini bisa sampai 1500 orang. Nah, tiba-tiba dijual Cuma 100 tiket ya yang kebagian marah lah mas. Seperti saya ini mau ke Tanah Abang mau kerja, jadi tidak bisa berangkat kalau begini. Kalaupun kita naik tanpa tiket dan turun di Palmerah Jakarta Barat bisa kena denda Rp50 ribu/orang. Padahal harga tiket Cuma Rp1500 sampai Rp2000 saja,”kata Anton di sela-sela aksi.

 

Hartono penumpang lainnya menambahkan, pengurangan ini tanpa sosialisasi lebih dulu banyak masyarakat yang kaget. Pembatasan penjualan tiket juga terjadi di sepanjang stasiun mulai dari Rangkas Bitung, Citeras, Tenjo, Maja, Tigaraksa, Cikuya dan Daru. “Akibatnya stasiun dari Rangkas Bitung sampai Daru itu lumpuh tidak ada aktifitas, karena aksi kami ini. Aksi kami ini didukung calon penumpang lainnya, seperti di Rangkas Bitung banyak juga yang tidak dapat tiket. Belum lagi ada pengurangan gerbong dari 12 unit menjadi 8 unit,”tutupnya.

 

Koordinator Aksi, Syamsul menambahkan, kebijakan pembatasan penjualan tiket dinilainya sangat tidak tepat dan merugikan masyarakat. “Kalau gerbong penuh itukan dibelakang ada gerbong yang katanya buat barang tapi tidak pernah diisi atau digunakan. Kita tidak butuh kereta mahal, kereta ekonomi sudah cukup asalkan jangan dibatasi tiketnya,”ungkapnya.

 

Menanggapi hal ini , Pengawas Seksi Operasi PT KAI, Yuskal mengatakan, akibat  aksi demo ini aktifitas pelayanan KA terlambat sampai tiga jam. Menurutnya soal pembatasan PT KAI hanya mengikuti regulasi yang ada yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 69/2011 tentang pembatasan kuota. “Jadi sekarang pembelian tiket berdasarkan sistem pemesanan yang ada, tidak mungkin kami menampung semua penumpang di setiap stasiun bebannya terlalu berlebih,”tandasnya.

 

Disamping itu juga kebijakan tersebut untuk mendukung pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23/2007 tentang larangan naik diatap kereta. Sebab selain kepenuhan juga penumpang yang tidak memiliki tiket untuk menghindari petugas naik diatas atap kereta. “Disamping itu kami juga melarang penumpang merokok di dalam kereta ekonomi. Hasil negosiasi hari ini ya mereka yang tidak tertampung kami gratiskan ke jakarta dan pulang kembali ke Rangkas Bitung. Soal desakan penghapusan pembatasan tiket kami masih koordinasi dengan pimpinan,”pungkasnya. (aditya/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 5 + 15 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.