IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Penjabat Walikota Tangsel: Lapangan Terbang Pondok Cabe Hambat Pembangunan Tangsel

IndonesiaBicara.com-Tangerang Selatan, (14/04/10). Sebagai Kota Pemekaran yang baru, Tangerang Selatan (Tangsel) untuk pertama kalinya menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Musyawarah yang membicarakan pembangunan di Kota Tangsel digelar di Gedung Graha Widya Bhakti Puspitek, Jl Raya Puspitek, Kecamatn Setu, Kota Tangerang Selatan, Rabu (14/04).

Dalam sambutannya Penjabat Walikota Tangsel HM Shaleh MT memaparkan rencana pembangunan di Kota yang saat ini dipimpinnya. Shaleh menerangkan bahwa APBD Kota Tangsel tahun 2010 sebesar Rp685 milyar dan mengalami perubahan menjadi Rp741 milyar. “APBD Tahun 2010 kita sebesar 685 milyar rupiah dan kemudian mengalami perubahan menjadi 741 milyar rupiah, perubahan tersebut berasal dari penerimaan pajak, piutang Provinsi Banten dan dana dari APBN,” kata Shaleh.

Shaleh mengaku lebih memprioritaskan pembangunan RSUD dibanding membangun Kantor Walikota Tangsel. “Pemkot Tangsel saat ini sedang mengusahakan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), karena RSUD dinilai lebih penting, khususnya bagi masyarakat Tangsel dari kalangan menengah kebawah, kalau Kantor Walikota kita masih bisa numpang,” katanya.

Dalam paparannya Shaleh mempermasalahkan keberadaan Lapangan Terbang Pondok Cabe yang dianggapnya tidak produktif dan dinilai menghambat pembangunan di Kota Tangsel.

“Keberadaan Lapangan Terbang Pondok Cabe dinilai oleh Pemkot Tangsel akan menghambat pembangunan, karena jika ada lapangan terbang maka otomatis tidak boleh ada gedung-gedung bertingkat disekitarnya. Untuk itu Pemkot Tangsel melalui Tata Ruang Provinsi Banten menyarankan agar Lapangan Terbang Pondok Cabe segera dipindahkan. Lahannya bisa digunakan sebagai daerah komersial yang tentunya akan menambah pendapatan asli daerah Kota Tangsel,” ucap Shaleh.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Tangsel, Ruhamaben, yang mewakili Anggota DPRD Kota Tangsel mengharapkan agar Musrenbang dapat menghasilkan produk yang aspiratif bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tangsel. “APBD 2010 Kota Tangsel sebesar Rp680 milyar merupakan angka yang luar biasa. Meskipun dengan dana tersebut kemungkinan ada agenda-agenda yang tidak mencukupi. Untuk itu perlu ditentukan agenda prioritas dalam Musrenbang Kota Tangsel ini. Saat ini dirasakan Kota Tangsel sudah melakukan peningkatan infrastruktur, khususnya pada kualitas jalan yang sudah cukup baik,” jelas Anggota DPRD Kota Tangsel dari PKS ini.

DPRD Kota Tangsel, lanjut Ruhamaben, dalam waktu dekat ini akan mempersiapkan perda-perda, khususnya perda yang mengatur pajak dan restribusi daerah, hal ini sangat penting sebagai peningkatan pendapatan asli daerah.

Ruhamben juga berharap agar Pemkot Tangsel tidak menitik beratkan sumber dana hanya dari APBD saja karena, APBD bukanlah satu-satunya sumber dana pembangunan, tapi ada bantuan provinsi maupun bantuan-bantuan nasional khususnya bagi masyarakat miskin.

Lebih lanjut Ruhamaben menjelaskan bahwa saat ini Anggota DPRD Kota Tangsel sedang mempersiapkan perangkat dewan, setelah perangkat anggota dewan terbentuk cukup banyak agenda yang harus dijalankan. “Anggota DPRD Kota Tangsel butuh kritik dan masukan dari masyarakat terkait dengan peraturan-peraturan yang perlu dibentuk oleh di DPRD,” katanya.

Setelah mendengarkan sambutan-sambutan, peserta Musrenbang Kota Tangsel kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan diskusi. Kelompok I membahas tentang permasalahan infrastruktur dan Kelompok II membahas tentang permasalahan kesehatan, pendidikan, pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat. (rintho)

2 comments untukPenjabat Walikota Tangsel: Lapangan Terbang Pondok Cabe Hambat Pembangunan Tangsel

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 9 + 4 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.