IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Penemuan Uang Palsu di Jatim Meningkat

IndonesiaBicara-Surabaya, (28/08/11). Penemuan uang palsu di Jawa Timur pada Triwulan II Tahun 2011 berdasarkan laporan masyarakat maupun perbankan mencapai 6.084 lembar dalam berbagai pecahan, dengan nilai nominal sebesar Rp 471,96 juta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan jumlah penemuan uang palsu pada Triwulan I Tahun 2011 sebanyak 5.250 lembar dengan nilai nominal sebesar Rp 411,49 juta.

Dari jumlah tersebut, 54% uang palsu terdiri dari pecahan Rp 100.000, 27% pecahan Rp 50.000, 11% pecahan Rp 20.000, 5% pecahan Rp 10.000, dan 3% pecahan 5.000. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Sistem Pembayaran Bank Indonesia Surabaya, Yosefin Tyas hari Jumat, (26/08).

Dalam upaya penanggulangan peredaran uang palsu, Bank Indonesia melakukan tindakan yang bersifat preventif antara lain dengan memberikan training kepada teler-teler bank umum, Pegadaian,  iklan layanan masyarakat di sejumlah media, dan pertunjukan hiburan seperti wayang.

Dengan upaya preventif tersebut diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal ciri-ciri uang asli dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melaporkan penemuan uang palsu, walaupun BI tidak memberikan kompensasi kepada masyarakat. Sedangkan upaya yang bersifat represif dilakukan oleh Kepolisian dengan menangkap dan menghukum pembuat serta pengedar uang palsu. (AK)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 13 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.