IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pendidikan Nasional Masih Dibawah Standar

IndonesiaBicara.com-Tangerang Selatan, (03/05/10). Kemarin bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional, yang jatuh pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Namun beberapa kalangan mahasiswa menilai pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan.

Seperti yang diungkapkan oleh Humas Komite Mahasiswa, Muhammad Sulthan kepada IndonesiaBicara.com. Sulthan menilai pendidikan Indonesia saat ini sedang mengalami kehancuran, “Pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami kehancuran, hal ini terbukti dengan munculnya UU BHP yang kemudian dibatalkan oleh MK, namun Pemerintah berusaha mengeluarkan Peraturan Pengganti Perundang-undangan (Perppu) yang hampir sama dengan UU BHP,” katanya.

Selain hal tersebut, Sulthan juga beranggapan bahwa ketidakmerataan mutu pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan merupakan tolak ukur kehancuran pendidikan Indonesia. “Dimana saat ini masyarakat miskin di pedesaan tidak bisa merasakan pendidikan yang layak sehingga menyebabkan putus sekolah,” ucap Sulthan.

Sulthan meminta kepada Pemerintah untuk membenahi permasalahan pendidikan di Indonesia saat ini, “Pemerintah harus bangkit  dan memperbaiki keadaan seperti ini, agar nantinya kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat. Semua warga negara harus merasakan pendidikan yang layak sesuai dengan amanat UUD 1945,” harapnya.

Senada dengan Muhammad Sulthan, Rico Chandra yang juga Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Tangsel, berpendapat bahwa sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia masih jauh dibawah standar dimana masih banyaknya sekolah-sekolah yang tidak layak dan ada yang hampir roboh.

“Sebenarnya anggaran dari Pemerintah sebesar 20% dari APBN untuk pendidikan sudah cukup mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia, namun dana tersebut lebih banyak yang bocor sehingga tidak langsung menyentuh kepada masyarakat yang ada di daerah-daerah,” ujarnya.

Rico juga berharap agar pemerintah memperhatikan pendidikan moral bagi anak didik, “Pendidikan mempengaruhi tingkah laku seseorang, tidak aneh jika di Indonesia saat ini banyak individu pelaku koruptor. Hal ini dimungkinkan karena mutu pendidikan Indonesia yang jauh dibawah harapan. Pendidikan moral dan agama perlu ditambah agar kelak menghasilkan anak didik yang lebih bermoral dan tidak bermental korup,” tandasnya. (rintho)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 9 + 13 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.