IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pendataan GTT / PTT Dikhawatirkan Sarat Manipulasi data

IndonesiaBicara-Lombok Utara, (27/08/10). Berdasarkan Surat Edaran Menpan Nomor 05 tahun 2010 tentang pendataan pegawai dilingkungan pemerintah dengan jumlah kouta yang dibutuhkan diatas 1000 orang untuk kwalifikasi Guru Tidak Tetap (GTT) atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) terhitung lama pengabdian per 1 Januari 2005.

Pendataan yang saat ini sedang dilakukan Pemkab Kabupaten Lombok Utara (KLU) dikhawatirkan banyak pihak terjadi manipulasi data. Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Banyan yang enggan di tulis namanya mengatakan, penyimpangan atau manipulasi data tahun pengabdian sudah mulai terlihat, pasalnya, yang ikut mengumpulkan data itu banyak dikenal atau pun diketahui kapan mulai mengabdi di instansi terutama sekolah.

“Kita tahu kok kapan teman-teman ini mulai masuk, paling tidak profesionalisme dan sportifitas itu harus kita utamakan,“ jelasnya saat di temui wartawan Kamis (26/08) kemarin.

“Manipulasi data tahun pengabadian itu banyak kita lihat di sekolah dasar (SD) dan juga SMP, tapi yang lebih mendominasi ada di tingkat SD, kondisi seperti ini juga tidak tertutup untuk terjadi di empat kecamatan lainnya,“ tambahnya menyayangkan.

Dikonfirmasi terkait masalah ini, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga KLU, Drs Ijab Arwadi Kamis (26/08) kemarin menyatakan, pengumpulan data yang diminta Menpan tidak ada hubungannnya dengan penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten atau Kota. Selain itu jelasnya lebih lanjut, data yang harus dilengkapi juga akan di verifikasi keakuratannya, yang bersangkutan juga harus menunjukkan SK Kepala Sekolah bersangkutan dan juga SK Internal dari Dinas Dikbudpora terkait.

Tak hanya itu, yang bersangkutan juga harus mengisi Surat Pernyataan, form atau biodata lengkap langsung dari Menpan yang bertujuan jika nantinya ada kesalahan atau penyimpangan di kemudian hari akan di berikan sanksi administratif dan harus di pertanggungjawabkan secara hukum.

“Verifikasi juga belum kita lakukan, Insya Allah Sabtu mendatang (28/08 –red) sudah kita mulai, sedangkan yang sudah mengumpulkan berkas sekitar 300 orang dari 1000  orang lebih yang ditargetkan Menpan. Kita juga tidak mutlak harus mencapai kuota tersebut karena data yang akan dikumpulkan khusus dari sekolah atau instasi milik pemerintah bukan swasta, artinya bisa saja kouta tersebut kurang di KLU,” ujar Ijab.

Lebih lanjut ia menambahkan, pegumpulan data tersebut sudah dilakukan sejak pertengahan Agustus lalu dan batas pengumpulannya akan berakhir tanggal 30 Agustus mendatang.

“Sejauh ini belum kita temui adanya manipulasi data dan verifikssi saat ini juga belum kita lakukan,“ pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 11 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.