IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pendaftaran Calon Walikota Dari Jalur Parpol Masih Sepi Peminat

IndonesiaBicara.com-Tangerang Selatan, (11/08/10). Di hari ketiga, pendaftaran calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel masih sepi peminat. Diprediksi, para balon yang akan bertarung tersebut, dipastikan muncul pada detik-detik terakhir penutupan pendaftaran tanggal (15/08).

Direktur Lembaga Survey dan Kajian Nusantara (Laksnu) Gugus Joko Waskito menilai, lambannya pergerakan partai politik di Kota Tangsel dalam mendukung dan segera mendeklarasikan pasangan calon walikota dan wakil walikota mulai menimbulkan kecurigaan. Ditengarai, parpol-parpol ini sengaja mengambil sikap lamban karena masih alotnya deal-deal politik yang belum disepakati bersama, baik oleh balon, elit partai maupun parpol itu sendiri. ”Balon yang akan muncul untuk Pemilukada Tangsel akan muncul pada masa injury time,” ungkap Gugus Joko Waskito

Dikatakan Gugus, dengan waktu pendaftaran yang sudah mulai dibuka oleh KPU Kota tangsel sejak Senin (09/08), seharusnya pasangan balon walikota sudah mulai terlihat reaksinya. Namun, katanya, kemungkinan mereka masih meraba-raba kekuatan lawan-lawan yang akan maju. Tidak hanya pasangan yang sama sekali belum memiliki calon wakil, balon yang sudah memiliki wakil saja belum berani mendeklarasikan diri. “Kalau seperti ini, patut dipertanyakan juga. Ada apa dengan mereka, belum tuntaskah deal-deal politiknya,” ketusnya.

Ia memprediksikan, untuk kandidat yang akan bertarung dalam Pemilukada Tangsel ini kemungkinan hanya akan ada tiga nama yang akan mencalonkan. Tidak termasuk pasangan balon yang maju melalui jalur independen. Pasangan pertama kemungkinan Airin dengan pasangan yang bisa saja direkrut dari kalangan birokrat. Airin bahkan dikatakan akan didukung oleh koalisi dua partai besar.

Sementara untuk partai kelompok pro perubahan seperti (PPP, Gerindra, Hanura) kemungkinan besar bisa mendukung Arsid, Achmad Suwandhi maupun Iskandar. Kekuatan tiga partai yang masuk dalam Koalisi Tangsel Bersatu (KTB) ini kekuatannya kemungkinan akan bertambah. Sebab, PKB maupun PAN bisa saja bergabung dengan partai koalisi tersebut. “Kalau saja partai pro perubahan yang saya sebutkan tadi mau menanggalkan kepentingan politik mereka, seharusnya mereka bergabung dan membangun satu kekuatan bersama untuk mendukung calon yang disepakati bersama pastinya,” imbuhnya.

Namun ironisnya, lanjut Gugus, KTB sendiri tengah diterpa isu diambang perpecahan, karena masing-masing partai yang bergabung didalamnya tidak sejalan dalam mendukung balon yang diinginkan.

Koordinator Lingkar Madani (Lima) Tangsel Adi Prayitno menambahkan, ditengarai ada balon yang berhasil membeli suara salah satu partai di KTB ini sengaja menciptakan perpecahan ditubuh KTB, agar balon yang dianggap bisa menyaingi calon lainya yang sudah khawatir dengan kekuatan KTB pecah. “Kalau memang benar seperti itu isunya, saya rasa ini bagian dari politik pemecah belah yang seharusnya diwaspadai 3 partai ini,” imbuh Adi Prayitno. (rintho)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 10 + 12 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.