IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pencurian Telur Penyu Kerap terjadi di Daerah Pesisir

IndonesiaBicara-Kabupaten Lampung Barat, (22/07/10). Pencurian telur penyu selalu terjadi di daerah Pesisir Lampung Barat (Lambar), hal tersebut dikarenakan lemahnya pengawasan. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga penyu yang sangat minim. Demikian diungkapkan oleh Ahyar T (54), salah satu penangkar penyu di Kecamatan Lemong, Kabupaten Lambar.

Dikatakannya, pemburuan terhadap telur penyu memang sulit dicegah. Selain medan yang cukup luas membuat pengawasan menjadi lemah, ”pelaku sudah sangat mahir dalam melancarkan aksinya, bahkan tergolong cepat, dan disayangkan didaerah sepanjang pantai belum ditempatkan pos pengamanan mengawasi area pantai tempat pendaratan penyu, dan kondisi ini tentu dimanfaatkan oknum untuk melancarkan aksinya,” ungkapnya.

Biasanya pelaku mengintai terlebih dahulu di mana tempat pendaratan penyu untuk bertelur, dan setelah mengetahui itu, mereka biasanya melancarkan aksinya pada malam hari, dan rata-rata mereka menggali lokasi telur dua hingga tiga tempat.

Bila kondisi ini terus dibiarkan, maka keberadaan penyu di Pesisir Lambar, akan terancam, pasalnya telur penyu tersebut sebagai cikal bakal kelestarian penyu selanjutnya sudah, sanksi tegas yang diberikan pada oknum harus dilakukan oleh pihak yang berkopenten, sehingga sanksi tersebut dapat membuat efek jera terhadap pelaku” kata Ahyar lagi.

Data menyebutkan habitat penyu diperairan pesisir pada tahun 2008 yakni jenis penyu hijau sebanyak 135 ekor, penyu sisik 19 ekor, penyu belimbing 33 ekor dan penyu lekang 121 ekor, dan tempat yang dijadikan pedaratan penyu berada wilayah Pantai Kecamatan Bengkunat.

Empat jenis Penyu yang terdapat di Lambar diantaranya Penyu Belimbing, Penyu Hijau, Penyu Sisik, dan Penyu lekang, rata-rata setiap Penyu mampu bertelur mencapai 100-150 butir. Pencurian telur penyu bila tidak segera di cegah secepat mungkin, dipastikan keberadaan penyu terancam punah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten setempat, Nata Djudin Amran, mengatakan, pemkab memberikan kebijakan untuk masyarakat terkait penemuan telur penyu. “Kami berikan kebijakan bagi siapa saja yang menemukan telur penyu, dengan membeli sebagian telur itu dan sebagian lagi di sita untuk di tetaskan di penangkaran, dan kebijakan ini telah kami terapkan, sayangnya masyarakat tidak memperhatikannya,” kata dia

Diakuinya, pengawasan daerah pantai lemah, jumlah personil yang minim dengan begitu luasnya area pantai, ditambah keterbatasan anggaran Pemkab Lambar membuat pengawasan itu lemah, dan kelemahan ini terus dikaji dan berupaya untuk meneruskan pada Pemerintah Pusat.

Dia berharap, agar Pemerintah Pusat dapat membantu Lambar, karena keberadaan empat jenis penyu tersebut berada perairan Pesisir Lambar, seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Pusat, untuk memberikan bantuan, “sehingga pengawasan didaerah pantai pesisir dapat terjaga, dan menekan sekecil mungkin pencurian terhadap telur penyu,” katanya. (Eko)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 7 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.