IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pemuda Terbaik ASEAN-China Akan berkumpul Di Bali

IndonesiaBicara.com-CIPUTAT, (14/06/14). Di zaman tanpa batas (borderless era) kini pemuda sudah secara otomatis menjadi bagian dari masyarakat global (global citizen) dan setiap pemikiran mapupun sikapnya akan berpengaruh langsung terhadap negerinya. Demikian dijelaskan Project Officer Pre Conference ASEAN-China Youth Empowering Summit, Amizar Isma.

“Kita ambil contoh bagaimana pemuda Indonesia menanggapi isu Malaysia-Indonesia, Indonesia-Singapura, konflik Rohingya, dan sebagainya. Akan tetapi adakah pemuda kita sudah memahami betul bangsanya sendiri, negara-negara disekitarnya, dan peranannya dalam sekup internasional?”, tanya Amizar

Hal ini yang dicoba dilakukan Indonesia Youth Forum (IYF) dengan mengadakan Pre Conference ASEAN-China Youth Empowering Summit bertujuan untuk memperkukuh pemahaman pemuda dan kesadaran akan perannya dalam hubungan internasional, dalam hal ini hubungan bilateral ASEAN-China(Tiongkok), yang akan menentukan apakah akan menjadi hubungan yang win-win atau win-lose.

“Pre Conference ASEAN-China Youth Empowering Summit merupakan salah satu rangkain program untuk membangun komunitas ASEAN-China di lingkungan pemuda yang selanjutnya akan diikuti dengan acara ASEAN-China Youth Empowering Summit di Bali pada bulan November 2014 nanti dengan melibatkan pemuda ASEA+China dan para stakeholder ranah akademisi dan pakar, pemerintah, NGO, komunitas bisnis, dan sebagainya. Pre Conference kali ini melibatkan pemuda Indonesia terlebih dahulu dari jenjang SMA dan mahasiswa agar mereka memiliki pemahaman dalam hubungan ASEAN-Tiongkok”, kata Amizar

Amizar mengatakan, pemuda-lah yang akan mengambil tampuk kepemimpinan Indonesia di masa mendatang dan menyebarkan perdamaian serta kesejahteraan di dunia.

Menurut Amizar, ASEAN-China merupakan salah satu hubungan strategis ASEAN disamping hubungannya dengan Eropa, Amerika, Korea Selatan, India, Jepang, dan sebagainya. China sendiri mengalami perkembangan ekonomi yang pesat dan terintegrasi dengan ekonomi global. China menjadi kekuatan ekonomi yang dipertimbangka dunia. Dengan jumlah penduduknya yang banyak, karakter budayanyanya yang kuat, perbaikan kualitas produk, kebijakan pemerintahnya, dan jaringan bisnisnya di dunia sangatlah mungkin bagi China menjadi kekuatan ekonomi abad ke-21 yang disegani dunia. ASEAN bukan tidak punya bargain position bagi China.

“Keadaan ekonomi China yang baik mensyaratkan stabilitas kawasan di Asia Tenggara, disamping faktor-faktor lainnya. Hubungan yang strategis ini perlu dipahami dan diupayakan baik-baik agar tidak menjadi hubungan diatas dominiasi satu pihak”, papar mahasiswa FISIP UIN Syarif Hidayatullah ini.

Pada bagian akhir Pre Conference ini IYF mencoba menghadirkan Konser Kyai Kanjeng dan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) untuk bisa memberikan pemahaman dengan pendekatan budaya.

“Hakikat dari semua kegiatan manusia, baik politik maupun ekonomi, sesungguhnya adalah kegiatan budaya. Seringkali hal tersebut tidak dilakukan dengan cara yang berbudi. Konsep ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa) dan ukhuwuwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan) perlu dihadirkan dalam pemahaman pemuda”, jelasnya. (Rin/Rls)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 2 + 10 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.