IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pemerintah Daerah Belum Peduli Masalah HIV AIDS di Fakfak

IndonesiaBicara.com-Fakfak, (23/02/11). Masalah HIV AIDS di Fakfak, Papua Barat masih belum mendapat perhatian yang serius dari Pemda Kabupaten Fakfak. Diperkirakan kasus HIV AIDS di Fakfak akan terus meningkat seiring semakin mudahnya akses ke kampung-kampung.

Data yang diperoleh dari LSM Yasobat (Yayasan Sosial Pengembangan Kawasan Timur), yang diketuai oleh La Ode Harifu, sampai November 2010, sudah ditemukan 221 kasus HIV AIDS, 145 kasus dialami oleh laki-laki dan 76 kasus dialami oleh perempuan.

Menurut La Ode, kasus HIV AIDS yang terjadi di Fakfak 100% disebabkan oleh hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan. Saat ini kafe-kafe dan warung remang-remang sudah menjamur di Fakfak.

Selama ini LSM Yasobat hanya mengandalkan donasi dari luar negeri seperti Global Fund, Family Health International, UNDP dan SAN (Stop AIDS Now). Sama sekali tidak ada bantuan dari Pemda setempat.

Dikatakan La Ode, untuk mencegah meningkatnya kasus HIV AIDS di Fakfak, perlu komitmen dan kerjasama antara Pemda dengan LSM dan mendapat pengawasan dari Komisi Penanggulangan AIDS.

Selama ini LSM Yasobat, telah banyak melakukan diskusi, dan sosialisasi kepada Wanita Penjaja Seksual (WPS), High Risk Man (HRM), dan Waria. LSM Yasobat juga gencar melakukan distribusi kondom kepada populasi umum dan populasi beresiko terkena HIV AIDS.

Namun apa yang dilakukan oleh LSM Yasobat tidak pernah didukung oleh Pemda, sehingga La Ode masih merasa bekerja sendirian dalam melakukan pencegahan HIV AIDS di Fakfak. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 7 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.