IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pejabat Riau Pukul Mahasiswa di Gedung Dewan

IndonesiaBicara-Pekanbaru, (09/08/11). Rapat Paripurna Istimewa DPRD Riau dengan agenda peringatan HUT Propinsi Riau ke-54 mendadak ricuh dengan adanya peristiwa pemukulan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Muhammad Aderman oleh Kepala Kesbangpolinmas Propinsi Riau Zulkarnain Kadir.

Rapat Paripurna berlangsung tertib sebelumnya, namun ketika Gubernur Riau Rusli Zainal berpidato, belasan mahasiswa dari BEM se-Kota Pekanbaru membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat HUT Provinsi Riau ke-54, Rusli Zainal Gagal!”. Seketika itu juga Zulkarnain Kadir dan beberapa ajudan Gubernur yang berjumlah lima orang merangkul Ade dan memukulnya.

“Sebenarnya aksi kami tidak anarkis dari awal, kami hanya menyampaikan aspirasi bahwa Rusli Zainal sebagai Gubernur Riau telah gagal pada HUT Riau ke-54 ini, tapi petugas dan anak buah Rusli berlebihan dalam menanggapi aspirasi kami,” ujar Presiden BEM Universitas Riau Nofri Andri Yulan kepada IndonesiaBicara.com,  Selasa (09/08).

Menurutnya, pihak kepolisian justru tidak banyak terlibat untuk mengamankan mahasiswa, pihak yang bukan bidang pengamanan malah justru bertindak berlebihan dalam mengamankan mahasiswa.

“Yang kita kecewakan adalah sikap dari pejabat Riau, Zulkarnain Kadir dan ajudan Rusli Zainal yang banyak ikut campur, polisi malah tidak banyak terlibat. Hal ini sebenarnya bukan wewenang dia, dia malah menjadi provokator kericuhan, lima pukulan masuk ke badan kawan saya, Muhammad Ade,” tambah Nofri. Permasalahan inipun telah dilaporkan sebagai tindakan kekerasan ke Polresta Pekanbaru.

Dikatakan Nofri, Gubernur Riau Rusli Zainal dinilai gagal karena peningkatan ekonomi Riau yang digembar-gemborkan Rusli sebesar 75% di Riau bukan untuk rakyat, tapi untuk pengusaha karena indikatornya hanya dari angka-angka makro, karena tingkat pengangguran yang masih tinggi, kemiskinan di desa semakin banyak.

Banyaknya permasalahan hukum yang belum tuntas, pembakaran hutan yang masih terus terjadi di Pulau Padang di Kabupaten Meranti dan illegal logging yang masih merajalela membuktikan bahwa Gubernur Riau tidak memiliki komitmen pada pelestarian alam.

“Rusli Zainal dinilai gagal karena sampai saat ini program utama Rusli yaitu K2I (Program pengentasan kemiskinan, kebodohan dan minimnya infrastruktur) belum berjalan sebagaimana yang diharapkan,” kata Nofri.

Lebih lanjut menurutnya, dana untuk pembangunan infrastruktur seperti gedung-gedung bertingkat cepat dikeluarkan, tapi untuk yang sifatnya bersentuhan langsung rakyat kecil sangat lambat dicairkan dan cenderung sering bermasalah.

“Pemerintah Provinsi Riau gagal total pada Hari Ulang Tahun yang ke-54. Gubernur hanya bisa melakukan pencitraan politik dengan menyuguhkan bangunan gedung-gedung tinggi dan restoran-restoran megah yang tidak dibutuhkan rakyat. Pembangunan yang dilakukan hanya di Kota tidak akan berdampak besar pada rakyat, kecuali bila pembangunan itu dilakukan di Kabupaten,” tutupnya. (WW)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 7 + 15 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.