IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pagelaran MTQ IX Tingkat Propinsi Banten

Pagelaran MTQ IX Propinsi Banten di Lapangan Maulana Yudha Negara Kabupaten Tangerang, Kamis (12/04).

IndonesiaBicara.com-Tigaraksa, (13/04/12). Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang merupakan kegiatan yang dilakukan setiap tahun sekali sebagai bentuk upaya pencapaian tujuan pembangunan keimanan dan ketaqwaan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memenuhi kewajibannya sebagai tuan rumah tingkat Propinsi Banten.

“Kami bahagia dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menjadi tuan rumah MTQ IX Tingkat Propinsi Banten, ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang H Hermansyah”, seraya beliau mengucapkan selamat datang di Kabupaten Tangerang kepada para undangan, kafilah MTQ dari seluruh Propinsi Banten.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang H Hermansyah mengatakan dengan keterbatasan yang ada, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Agama Republik Indonesia, Pemerintah Propinsi Banten, Pemerintah Kabupaten-Kota se-Propinsi Banten, para sponsor dan semua pihak yang telah turut membantu menyukseskan acara ini, terutama para panitia yang tak kenal lelah siang dan malam menyiapkan kegiatan ini.

“Insya Allah MTQ ini dapat berjalan sesuai dengan harapan semua pihak dan semoga kegiatan ini dapat menjadi ajang merajut Ukhuwah Islamiah di antara seluruh peserta,” ujar H Hermansyah.

“Kepada para kafilah peserta MTQ yang datang saya ucapkan selamat mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an, semoga keikutsertaan saudara-saudara dalam MTQ kali ini dapat membawa manfaat dan maslahat dalam upaya kita menyebarkan syiar Islam di Kabupaten Tangerang pada khususnya dan Provinsi Banten pada umumnya.

“Tak lupa permohonan maaf kami ucapkan, kepada semua undangan dan para kafilah bila di dalam pelaksanaan nantinya ditemukan berbagai kekurangan, pungkasnya”.

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ini dihadiri juga oleh Gubernur Provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah, Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Walikota Tangerang Selatan Airin Rahmi Diani, Bupati Serang Tafik Nuriman, Wakil Bupati Serang Tatu Chosanah, Bupati Pandeglang, Pimpinan dan Anggota DPRD Propinsi Banten, Anggota Muspida Propinsi Banten, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Anggota Muspida Kabupaten Tangerang, Ketua MUI Propinsi Banten, Pengurus LPTQ Provinsi Banten, para alim ulama, pengurus organisasi keagamaan baik tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota, tokoh masyarakat dan para kafilah Kabupaten/Kota.

H Muhadi, selaku Ketua LPTQ Provinsi Banten dalam kesempatan berbeda menjelaskan para peserta berasal dari Kabupaten Kota se-Banten, Kabupaten Lebak mengirimkan 80 orang, Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon, Kota Tangerang juga mengirimkan 80 orang, Kabupaten Serang 95 orang, Kabupaten Pandeglang 100 orang,

Sementara tu Kota Serang dan Kabupaten Tangerang yang merupakan juara umum 3 kali berturut-turut pada tahun 2002, 2003, 2004 dan mendapatkan piala bergilir, ujarnya.

Muhadi menambahkan bahwasanya pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) IX ini berlangsung dari tanggal 12–16 April 2012 dan jumlah undangan kurang lebih 5000 orang. Untuk jumlah peserta beliau menjelaskan sebanyak 432 orang, dewan hakim sebanyak 195 orang.

“Pemenang MTQ Tingkat Propinsi ini akan menjadi perwakilan nanti di Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Ambon Maluku pada tanggal 9–18 Juni 2012,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan MTQ ini akan meningkatkan tali silaturahmi antar ulam se-Banten.

“Penyelenggaraan hari ini berdasarkan uhkuwah islamiyah di dalam mempersatukan umat di Propinsi Banten”, terangnya.

“Para pemimpin daerah hampi rata-rata hadir semua, disini kita liat kepedulian yang sangat tinggi kepada MTQ di provinsi Banten,” ungkap Ratu Atut Chosiyah.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah juga menjelaskan agar supaya tidak dimaknai sebagai kompetisi saja, tapi bagaimana supaya menambahkan minat membaca Al-Quran pada rakyat Banten.

“Kita canangkan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji”, tambah Atut.

Selanjutnya beliau mengucapkan terima kasih kepada Kabupaten Tangerang karena telah melaksanakan kegiatan MTQ ini dengan baik.

Sementara itu Wakil Menteri Agama Republik Indonesia HM Nazarudin Umar menjelaskan hanya Indonesia negara yang menyelenggarakan MTQ dari tingkat terendah di desa hingga tertinggi pada tingkat nasional.

“Ini merupakan kesempatan kita untuk syiar atau berjamaah melakukan hal yang positif”, ungkapnya.

Beliau kemudian berpesan, “sebelum mengajar lakukanlah proses pembatinan (suasana batin harus bersih)” dan “seorang yang arif tidak menyalahkan orang lain dan kondisi.

“Siapapun nanti yang menjadi juara 1,2,3 tingkat nasional kita akan kirim ke tingkat internasional”, janjinya.

“Untuk apa juara umum apabila perilaku kita atau masyarakatnya jauh dari Al-Quran”, tutupnya.

Acara berlangsung dengan meriah dengan panggung yang megah dan lighthing yang menawan, dihibur dengan seniman Opick. (Aditya)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 9 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.