IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Organisasi Kedaerahan Dikampus Masih Diperlukan

Indonesiabicara.com-Tangerang Selatan, (18/05/11). Banyaknya organisasi kedaerahan di Kampus UIN Syarif Hidayatullah diharapkan bisa menangkal gelombang arus budaya dari luar yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai kedaerahan. Hal ini terungkap dalam Diskusi Publik di Aula Student Center, Kampus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, (17/05).

Salah satu pembicara dalam Diskusi publik ini Hendri Yetus Siswono dari Sanggar Altar mengatakan ditahun 2011 ini bangsa Indonesia tengah mengalami pasang surut perkembangan dengan segala dinamikanya mulai dari pembangunan ekonomi, politik, budaya, hukum dan perkembangan bahasa.

“Bebasnya informasi di negara ini telah menyebabkan kemerosotan moral, banyaknya masyarakat yang lebih meniru gaya barat dibanding mempertahankan budaya asli. Tentunya komunikasi antar organisasi primordial di kampus perlu diintensifkan untuk menggalang persatuan antar kedaerahan dikampus-kampus,” paparnya.

Pembicara lain dalam Diskusi Publik yang digelar dalam rangka 3 tahun Komunitas Lesehan Keboedajaan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat (Kolekan), Anas Shafwan Khalid dari Komunitas Saung menjelaskan saat ini mahasiswa lebih tertarik dengan nilai-nilai pemersatu lainnya dibanding dengan budaya, seperti ajaran agama, ideologi politik, doktrin filsafat atau juga kemajuan tekhnologi yang justru melahirkan pemikiran yang tidak historis sesuai dengan budayanya.

“Budaya Bhineka Tunggal Ika yang ada saat ini juga sudah mulai luntur, sehingga kesadaran terhadap budaya lokal juga sudah mulai hilang. Padahal kesadaran ini sangat penting untuk menangkal serangan-serangan kebudayaan barat yang bisa merusak moral bangsa,” ungkap Anas.

Salah satu panitia dan pendiri Kolekan, Fais menjelaskan di kampus UIN Syarif Hidayatullah sendiri ada sekitar 30 organisasi kedaerahan atau primordial.

“Di Kampus UIN Syarif Hidayatullah sedikitnya ada 30 organisasi primordial atau kedaerahan yang aktif dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Fais.

Organisasi primordial, lanjut Fais, dikenal cukup ampuh dalam menangkal serangan-serangan budaya barat maupun organisasi seperti NII. (rintho)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 12 + 8 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.