IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Opini Analis TITA Terkait Pidato Presiden

Pidato Kenegaraan jelang peringatan Hari Kemerdekaan adalah acara tahunan di Indonesia. Namun tahun ini ada yang berbeda, aura krisis dan keprihatinan tampak jelas dari para pemimpin Tanah Air. Biasanya Pidato Kenegaraan berlangsung pada 16 Agustus, sehari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan. Tahun ini acara itu berlangsung pada 14 Agustus, karena 16 Agustus jatuh pada hari Minggu.
Menyikapi isi dari pidato Presiden Jokowi, Indonesiabicara.com berhasil melakukan wawancara dengan Senior analyst Taiwan Indonesia Trade Association (TITA), Tulus J. Maha. Berikut ini adalah hasil analisa beliau.
Tulus mengatakan bahwa ada beberapa kejutan yang sangat tidak disangka-sangka dalam pidato menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Ada aspirasi, kritikan dan juga sentilan.
Dalam pidato Kepresidenan, Jokowi menyoroti kosongnya kursi di sidang tahunan dan sunyinya kegembiraan akibat pandemi Covid-19. Dia juga menyebut tentang reformasi fundamental yang mesti dilakukan untuk mengurangi dampak pagebluk termasuk pemberian insentif dan bantuan sosial. Selain itu, Presiden turut menyentil media. Dia meminta media digital membangun nilai kemanusiaan dan tidak bergantung pada klik dan like.
Lebih lanjut ia menilai bahwa Presiden Jokowi cukup fair mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumahnya yang belum terselesaikan dan berkomitmen untuk mentuntaskannya sebelum periode kepemimpinannya berakhir.
Terkait dengan RUU BPIP dan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, ia melihat kedua RUU terebut akan segera disahkan. Hal ini berdasarkan content analysis dari ketiga pidato yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, Puan Maharani dan Bamsoet.
Ketiga pidato menyimpulkan bahwa Indonesia akan fokus pada perkembangan ekonomi makro dan mikro, sehingga kehadiran RUU Omnibus Law CIpta Kerja akan menjadi perhatian. Sedangkan urgensi dari RUU BPIP adalah sebagai arah ideologis politik dan memperkuat ketahanan nilai-nilai Pancasila dari residu pembangunan ekonomi yang bergerak secara eksponensial. Sehingga tidak menimbulkan efek samping dibidang sosial budaya.

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 11 + 4 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.