IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

MUI TANGSEL : AKSI 212 JANGAN DIJADIKAN MUATAN POLITIS

IndonesiaBicara.com – SERPONG (28/11/2019). Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih dianggap sebagai zona merah kelompok radikal, untuk itu ulama dan ormas Islam senantiasa bersinergi dalam upaya meredam kelompok tersebut.

Hal ini disampaikan saat Silaturahmi MUI Tangsel dalam rangka menjaga kondusifitas Wilayah Tangsel di Telaga Seafood, Serpong, Kota Tangsel, Kamis (28/11/2019).

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciputat Endang Syaifudin, menyikapi kondisi bangsa Indonesia yang masih cukup banyak kelompok-kelompok radikal maka perlu diwaspadai jangan sampai mereka melakukan radikalisme.

“Diperlukan langkah para tokoh ulama untuk memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat dan umat agar tidak terjerumus dalam radikalisme,” kata Endang.

Sementara itu menyikapi akan berlangsungnya kegiatan Reuni 212 di Jakarta pada tanggal 2 Desember 2019 mendatang, Endang Syaifudin berpesan agar kegiatannya jangan sampai dimanfaatkan kepentingan politik.

Reuni 212 jangan sampai ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan politis. Sehingga jika demikian terjadi maka umat Islam sendiri yang akan terpojok. Oleh sebab itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan maka lebih baik tidak ikut-ikutan,” kata Endang yang juga Ketua Baznas Tangsel ini.

Ketua MUI Tangsel KH Saidih bersyukur Pemilu 2019 sudah berjalan aman dan lancar khususnya di Kota termuda di Banten ini. Untuk itu menurut KH Saidih yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana kita berzikir dan beribadah dengan baik.

“Proses Pemilu 2019 sudah selesai dan Presiden beserta para Menteri juga sudah terpilih. Jika sudah selesai semuanya maka tinggal kita serahkan kepada Allah SWT. Adapun hal-hal yang akan terjadi kita harapkan yang baik dan aman aman saja. Maka supaya negara Aman maka kita tingkatkan ke-Imanan kita. Sehingga tidak perlu gelisah dengan kondisi negara ini yang penting berzikir dan berdoa kepada Allah,” demikian nasehat Ketua MUI Tangsel.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Tangsel Heli Slamet menjelaskan bahwa memang Tangsel masih dalam kondisi zona merah kelompok radikal.

“Untuk itu diperlukan koordinasi dari para ulama di Tangsel ini untuk memberikan kesejukan di masyarakat. Saat ini juga muncul perdebatan di media sosial yang sengaja diadu domba antar ulama. Kemudian berita tersebut dishare ke grup-grup yang rawan disalah artikan. Kondisi ini ada yang mendisain seperti ini untuk memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany bercerita tentang Kegiatan Umat Islam 212.

“Saya tahu percis sejarah 411 dan 212, kita berfikir positif saja, jika ada (kelompok) yang menumpangi maka itu bukan bagian dari umat Islam,” terang Airin.

Ketua panitia kegiatan silaturahmi ini yang juga Sekretaris MUI Kota Tangsel Abdul Rojak menuturkan bahwa silaturahmi ini bertujuan agar ulama Tangsel senantiasa saling memberikan kesejukan terhadap umat.

Terkait dengan kegiatan Reuni 212 secara lembaga MUI Tangsel tidak menghalang-halangi, tetapi yang perlu diperhatikan adalah kegiatan tersebut izinnya adalah Maulid Nabi dan jangan dimanfaatkan oleh kepentingan politis.

“MUI Tangsel tidak menghalang-halangi umat untuk datang ke kegiatan 212 karena memang izinnya adalah Maulid Nabi namun jangan sampai kegiatan ini dimanfaatkan oleh kepentingan politis,” pungkasnya. (Rls/Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 8 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.