IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Menyambut Hari Sumpah Pemuda, Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Malam Damai

Gabungan Element Mahasiswa diantaranya PMKRI Mataram, Formasi Unram, KAMMI NTB, HMI Cab Mataram, UKPKM Metua, GPMI, GMNI NTB, Sidik LPM, LPM Satiwa, GimproIndonesiaBicara.com–Mataram, (28/10/11). Puluhan mahasiswa berbagai elemen yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Mahasiswa Nusa Tenggara Barat (Gema-NTB) menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83 yang jatuh pada 28 Oktober 2011.

Aksi damai yang digelar oleh Gema-NTB sebagai bentuk refleksi Sumpah Pemuda dengan puluhan massa dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan pemuda seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Progresif Indonesia (GMPI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI NTB), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI NTB), UKM Media Unram dan organisasi kemahasiswaan lainnya.

Puluhan msasa ini berkumpul di Universitas Mataram (Unram) sekitar pukul 20.00 Wita dan kemudian menuju tempat renungan Hari Sumpah Pemuda dib undaran simpang empat Karang Jangkong Kota Mataram dengan menggunaan sepeda motor yang dikawal oleh aparat Kepolisian.

Perayaan Hari Sumpah Pemuda ini dimulai sekitar pukul 20.30 Wita dan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lanjutkan dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda yang dibacakan oleh L Anggar Apradika yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal HMI Mataram.

Dilanjutkan menyanyikan lagu lagu nasional dan lagu perjuangan dari masing-masing organisasi seperti lagu Tanah Air, Tanah Air Beta, Pemuda Pemudi. Selain mengumandangkan lagu, para peserta juga mempersembahkan puisi yang bertemakan pemuda.

Aktivis KAMMI NTB Suhaidi mengatakan, aksi damai ini adalah untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-83. “Kita sebagai pemuda harus menghormati perjuangan pemuda dan pemudi pejuang bangsa kita dimasa lalu, dan aksi ini adalah salah satu bentuk penghormatan agar semangat pemuda terus berkobar,” kata Suhaedi.

Sedangkan Ramli dari GMPI usai membacakan puisi mengatakan, wajah Indonesia saat ini tidak jauh berubah seperti awal Indonesia diproklamirkan bapak bangsa Sukarno dan Hatta. ‘’Kemiskinan, pengangguran dan permasalahan sosial lainnya tetap ada hingga kini. Dan kini banyak pemuda yang menjadi pengangguran, ini semua ulah pemerintah yang tidak menyediakan lapangan pekerjaan,” katanya.

Dikatakan pria asal Lombok Tengah ini, fenomena ini terjadi karena kebiasaan masa lalu masih saja tetap terjadi yakni penyogokan dan korupsi yang kian merajalela. ‘’Di Hari Sumpah Pemuda ini kita jadikan langkah untuk merubah diri kita dan merubah bangsa ini menjadi lebih baik,” paparnya.

Usai mempersembahkan lagu dan puisi, dan sedikit orasi, para pemuda dan pemudi dari berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan ini menutup perayaan Hari Sumpah Pemuda ke-83 dengan mengumandangkan lagu Syukur. (Ary)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.