IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Mensos RI Cek Realisasi Bantuan di Karangasem

IndonesiaBicara-Amlapura, (02/11/11). Menteri Sosial RI Salim Segaf Aljufri, (01/11) melakukan kunjungan kerja singkat ke Kabupaten Karangasem disertai Sekjen Toto Utomo BS, Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Rusli Wahid, Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Makmur Sunusi, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Andi Zaenal Dulung dan para Staf Khusus serta Tenaga Ahli.

Rombongan Mensos diterima Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, Ketua DPRD I Gede Dana, Muspida Karangasem, Wakil Bupati I Made Sukerana,  Sekda I Nengah Sudarsa, di Wantilan Pemkab setempat.

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg kemudian menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI yang telah memberikan bantuan dalam berbagai skema program baik program Kelompok Usah Bersama (KUBE), Perumahan Sederhana dan paket bantuan lainnya.

Kabupaten Karangasem sebagai daerah kering juga sudah memperoleh bantuan Pemerinta Pusat dalam pembangunan air bersih. Disamping pembangunan sarana prasarana infrastruktur berupa jalan, pendidikan dan kesehatan juga program lain juga digencarkan Pemkab Karangasem seperti pembangunan rumah layak huni dengan pola bedah rumah bersinergi dengan kalangan swasta.

Selama 4 tahun terakhir Pemkab Karangasem sangat besar dibantu Pemerintah Pusat melalui berbagai skema bantuan dan program lintas Kementerian dalam rangka membangun infrastruktur daerah sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kebijakan pembangunan daerah yang dianggap pro-rakyat dengan prioritas pembangunan infrastruktur jalan, pengadaan jaringan air bersih, sarana kesehatan, pendidikan serta pelbagai skema program dan bantuan yang menyentuh langsung kepada masyarakat baik dari sumber dana APBN maupun APBD Pemprop Bali.

Prestasi pembangunan yang dicapai ditingkat nasional juga cukup banyak sejalan dengan keberhasilan menggali PAD meningkat secara signifikan dari hanya Rp 18 milyar tahun 2005 menjadi sekitar Rp 120 milyar di akhir tahun 2011.

Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata 5,5 %, secara makro dapat menurunkan angka kemiskinan dari 42.271 tahun 2007 menjadi sekitar 32.199 tahun 2009.

Menteri Sosial RI Salim Segap Aljufri, mengatakan bantuan di bidang kesejahteraan sosial dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat miskin meningkatkan kesejahteraannya. Bantuan, tidak hanya besifat charity dan sosial tetapi juga merangsang dan memotivasi masyarakat kurang mampu, agar lebih berdaya meningkatkan kesejahteraannya.

Mengingat demikian luasnya cakupan penanganan kemiskinan di Indonesia, diperlukan upaya dan langkah yang konstruktif, bertahap dan berkesinambungan secara sinergis dengan semua elemen masyarakat.

Ia merasa gembira bahwa bantuan yang diberikan di Karangasem sudah berhasil dengan baik yang sekaligus juga merupakan keberhasilan Kementrian Sosial. Nantinya pemantauan perkembangan kelompok penerima bantuan bakal dilakukan lewat dunia maya sehingga dapat dilakukan pembinaan secara online ke daerah-daerah penerima bantuan.

Atas usulan penambahan bantuan bagi kelompok, Mensos Aljufri menyanggupi bakal membantu tiap kelompok hingga sebesar Rp 30 juta untuk program pengembangan dengan konsekwensi anggota kelompok harus berkembang.

Skema bantuan stimulan yang disampaikan baik dari sumber dana Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS), APBN maupun Dekon dan bantuan Rumah Sederhana-Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) dari sumber dana APBN, diarahkan guna meningkatkan keberadaan masyarakat miskin yang bersifat stimulan.

Ia mengharapkan pelaksanaan bantuan masyarakat bisa berjalan secara efektif dan akuntabel sekaligus memancing adanya partisipasi dalam program tersebut.

Pembangunan kesejahteraan sosial, demikian Mensos Salim Aljufri, identik dengan pembangunan sumber daya manusia melalui, upaya program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat yang harus disinergikan dengan pembangunan daerah, sehingga mempercepat pencapaian kemandirian yang diinginkan.

Kepada penerima bantua KUBE diingatkan, agar memanfaatkan bantuan seefisien dan seefektif mungkin, agar dapat meningkatkan ksejahteraan masyarakat miskin.

Kabupaten Karangasem sebelumnya pada tahun 2010 menerima bantusan bagi 26 Kelompok Usaha Bersama (KUBE), diwakili 5 perwakilan menerima bantuan masing-masing senilai Rp 20 juta dengan total nilai berjumlah Rp 520 juta bersumber dari dana UKS/hibah dalam negeri. Sementara dari dana Dekon, Karangasem juga memperoleh bantuan bagi 165 Kelompok Usaha Bersama (KUBE)dan bantuan bagi Panti Asuhan At-Taqwim Dusun Kampung Anyar, Bukit Kecamatan Karangasem sebesar Rp 25 juta.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sukanada I Wayan Dauh mengharapkan agar Kemensos RI dapat membantu kembali kelompok untuk mengatasi kendala mahalnya harga pakan sebagai bentuk pengembangan program. Kelompok yang beranggotakan 10 orang kini sudah berhasil panen sebanyak 3 kali dan memiliki keuntungan mencapai Rp 15 juta.

Usai meninjau KUBE Sukanadi Banjar Dinas Subagan Bungaya, Mensos bersama rombongan kemudian bertolak menuju Kabupaten Klungkung. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 12 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.