IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Massa Tuntut Polri Untuk Tuntaskan Sindikat Pakaian Bekas Illegal

Massa menuntut pihak Kepolisian untuk menuntaskan dan membongkar sindikat pengiriman pakaian bekas.

IndonesiaBicara-Kendari, (14/04/10). Puluhan Massa Lembaga Kajian Informasi dan Komunikasi Masyarakat Sulawesi Tenggara (Bakar-Sultra) melakukan aksi demo di Mapolda Sultra. Aksi ini terkait dengan tuntutan kepada Polri untuk tetap menuntaskan dan membongkar sindikat pengiriman barang-barang illegal berupa pakaian bekas yang terjadi di Pelabuhan Lapuko Moramo Kabupaten Konawe Selatan tanpa melihat tendensi-tendensi yang akan muncul.

Massa yang dikoordinir oleh Herlan Haerul sempat membakar baju sebagai simbol barang illegal dihadapan Polisi yang telah berjaga di pintu masuk Polda Sultra.

Pakaian bekas adalah merupakan barang illegal yang pendistribusiannya tidak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di negara kita yakni UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen lebih tepatnya pasal 8 ayat 2. Masuknya pakaian bekas di daerah Sultra pada masa ini khususnya di Kota Kendari adalah cerminan bagi kita semua bagaimana barang illegal tersebut dengan mudahnya bisa masuk dan berkembang tanpa ada kontrol dari pihak-pihak yang berwenang (aparat Kepolisian-Red).

“Kepolisian selaku penegak hukum seharusnya sudah mengambil langkah-langkah yang strategis untuk menyelesaikan kasus ini, tapi ternyata janji hanyalah janji, apa yang dikatakan Kapolda Sultra hanya isapan jempolan saja dan tidak memiliki perbuatan yang kongkrit dari pihak Kepolisian. Sepatutnya kita kembali mempertanyakan kinerja Kepolisian dalam membasmi sindikat pengiriman pakaian bekas yang merupakan barang-barang illegal yang berasal dari Singapura,” terang Herlan Haerul selaku Koordinator Lapangan.

Dalam pernyataan sikapnya, Bakar Sultra meminta Polda Sultra untuk menindak secara tegas siapapun yang terlibat sehingga barang-barang illegal tersebut bisa masuk ke Sultra. Tentunya tindakan tegas tersebut dilakukan tanpa memandang bulu karena ada indikasi masuknya barang-barang tersebut karena adanya konspirasi antara para petinggi-petinggi lembaga yang berkompeten (Kepolisian, Bea Cukai, Adpel dan Deperindag). Bakar Sultra juga meminta kepada Kepolisian Kota Kendari untuk membuka forum dialog antara Beacukai, Kepolisian, Adpel dan Deperindag serta Bakar Sultra terkait masuknya barang-barang illegal di Sultra. Forum tersebut diharapkan mampu menciptakan solusi untuk mencegah kembali masuknya barang-barang illegal di Sultra.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP M Fahrurrozi mengatakan bahwa terkait permasalahan sindikat pakaian bekas illegal, Polda Sultra akan melakukan penindakan lebih lanjut. Polda Sultra juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Deperindag, Adpel, Bea Cukai. “Minggu depan kita akan melakukan rapat koordinasi untuk menangani kasus tersebut,” ungkapnya. (KmK)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 14 + 4 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.