IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Manuver PPP Ajak Koalisi Parpol Menengah Jelang Pilgub 2012

IndonesiaBicara-Pontianak, (08/10/11). Wacana koalisi bukan hal baru dalam perpolitikan di Indonesia. Di Pemilu Gubernur (Pilgub) 2012 bisa saja terjadi. Apalagi partai politik kelas menengah harus berkoalisi untuk bisa mengusung calon.

“Waktu masih panjang, segala kemungkinan parpol untuk berkoalisi itu ada. Kita berharap partai-partai menengah terutama partai yang berasaskan Islam untuk berkoalisi,” kata H Retno Pramudya SH MH, Sekretaris DPW PPP Kalbar, belum lama ini.

Partai menengah itu antara lain PKS, PAN, PBR, PKB, serta partai kecil lainnya. Saat ini pembicaraan koalisi partai politik sedang marak. Para elit partai politik sedang sibuk mewacanakan pentingnya dibangun koalisi antarsesama partai politik, dengan alasan koalisi untuk kepentingan masa depan daerah.

Apakah benar koalisi yang dibentuk dan digagas itu untuk kepentingan daerah dan masyarakat? Menurut Retno, koalisi untuk membentuk pemerintahan yang kuat. Kondisi pepolitikan yang multi partai, membuat koalisi penting untuk dibangun. Koalisi menjadi jalan yang harus ditempuh. Eksistensi koalisi ini tentunya sangat penting untuk membangun demokrasi di Kalbar.

Apakah nantinya koalisi ini akan dijalankan untuk kepentingan daerah dan masyarakat, ataukah hanya untuk kekuasaan dan kepentingan golongan saja. Politisi yang kini duduk sebagai Ketua Komisi A DPRD Kalbar ini menegaskan, saat inilah yang tepat untuk membentuk koalisi yang bersifat permanen.

Lebih dari itu, sambung Retno, koalisi yang dibangun hendaknya untuk tujuan yang lebih mulia, yaitu bagaimana mengawal kepentingan rakyat. Karena itu, keinginan PPP untuk berkoalisi dengan parpol yang terkait untuk menyodorkan orang-orang terbaik, apakah dari internal parpol itu
sendiri maupun dari luar, itu semua untuk menjawab kepentingan masyarakat Kalbar.

Di tingkat nasional, koalisi pada 1999 pernah terbentuk poros tengah yang merupakan hasil beberapa Partai Politik (Parpol) yang dimotori PPP dan PAN. Koalisi itu sukses menaikkan Abdurahman Wahid sebagai presiden pertama era reformasi.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalbar Ikhwani A Rahim menyambut baik hal itu. Dirinya mengatakan, kemungkinan-kemungkinan itu selalu ada.

Namun, pihaknya telah bertemu secara informal dengan sejumlah partai dan tokoh masyarakat terkait pemilihan gubernur yang akan dilaksanakan pada 2012 mendatang. Meski dirinya sudah mendaftarkan diri ke PDIP untuk mendampingi Cornelis. Komunikasi politik juga masih terus dilakukan.

“Ada beberapa partai politik dan beberapa tokoh yang sudah melakukan pembicaraan secara informal,” katanya.

Namun, menurut Ikhwani, pembicaraan tersebut masih dalam tahap penjajakan dan belum sampai ke tahap unsur pimpinan partai. Meski demikian, PAN Kalbar tetap mengajukan kriteria secara umum terkait figur yang akan diusung dalam Pilkada mendatang. Ia mengungkapkan, pertemuan dengan kalangan partai itu juga untuk menjajaki kemungkinan koalisi.

PAN Kalbar di tingkat provinsi mendapat empat kursi, sedangkan di seluruh kabupaten/kota sebanyak 34 kursi. Ketua Pakar DPC Hanura Kabupaten Sambas, Drs Timotius Ketak mengatakan, menurut hasil Rapimnas di Makassar 2009 lalu dalam pencalonan kepala daerah mengedepankan kader sendiri.

“Kader Hanura di mana saja harus siap mencalonkan diri. Yang jelas Hanura mengedepankan kader sendiri, tapi kalau belum ada Hanura bisa berkoalisi dengan parpol lain,” jelasnya.

Politisi yang kini duduk di DPRD Kalbar ini menambahkan, Fraksi Hanura menyerahkan sepenuhnya kepada DPD Partai Hanura Kalbar. “Kita
anggota DPRD dari Fraksi Hanura belum melakukan komunikasi insentif dengan parpol lain. Tapi secara pribadi sudah. (wra)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 4 + 10 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.