IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Pemkab Karangasem Gencarkan Gerakan Kebersihan dan Tebar Ikan

Indonesiabicara-Karangasem, (18/06/2010). Untuk memaknai Hari Lingkungan Hidup sedunia, Pemkab Karangasem melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) melakukan gebrakan kebersihan di lokasi wisata Candidasa dan pusat spiritual Besakih seraya melakukan penebaran 1.500 bibit ikan nila dan karper di Kolam Alam Candidasa.

Menurut Plt Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) I Wayan Yastra, SH, kegiatan gebyar kebersihan di loka wisata Candidasa menurunkan sekitar 1.500 orang PNS untuk kerjabakti membersihkan jalur jalan umum Candidasa, pengumpulan sampah plastik serta pembersihan diseputar Kolam Alam Candidasa. Dalam mempertahankan posisi sebagai kota kecil terbersih seluruh Indonesia dengan predikat perolehan tropi Adipura, telah dilakukan langkah-langkah kongkrit khususnya dalam penanganan, pengolahan sampah baik di sekolah, kantor maupun TPA.

Untuk itu upaya menggerakkan animo dan budaya bersih masyarakat harus terus digelorakan agar menjadi kebiasaan dari masyarakat sekalipun harus ada sedikit paksaan bagi masyarakat, demi kelestarian lingkungan terbebas dari sampah. Bahkan TPA Karangasem merupakan TPA terbaik di Bali karena tidak menyimpan gunungan sampah yang membusuk. Disamping itu dari sisi lingkungan juga digarap masalah kebersihan sungai melalui program Prokasih (Program Kali Bersih), serta gerakan memerangi sampah plastik yang langsung disubsidi dari Pemerintah Kabupaten melalui APBD, untuk membeli sampah plastik dan juga menjual kepada pengepul dengan harga lebih murah.

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH mengatakan, indikator keberhasilan pembangunan lingkungan hidup di Kabupaten Karangasem sudah jelas nampak, selain berhasil melampaui target penghijauan 10.000 ha selama 5 tahun, indikator makro juga nampak dari tiadanya kasus kebakaran tahun 2009 serta munculnya sejumlah mata air seperti di BAN dan Lempuyang yang menandakan adanya keberhasilan penghijauan. Bahkan untuk 5 tahun kedepan target penghijauan didalam visi-misi bakal ditingkatkan lagi sehingga bisa memberi dengan kian menyusutnya lahan kritis di Karangasem.

Saat ini sedang dilakukan pemetaan masalah penanaman jenis pohon sesuai lokasi dan ketepatan ditiap lingkungan wilayah dalam rangka mendukung Program Bali Green Province (Bali Propinsi Hijau). Menurut I Wayan Geredeg, lima tahun lalu masyarakat sulit diajak menanam pohon karena belum mengetahui makna dibalik penghijauan, namun sekarang Pemerintah sampai kewalahan menerima usulan masyarakat untuk meminta bibit penghijauan untuk ditanam. Hal ini menurut Geredeg, menandakan bahwa kesadaran masyarakat sudah tumbuh yang perlu diarahkan sesuai masterplan yang dibuat sehingga lingkungan alam sekitar benar-benar hijau tidak sekedar wacana.

Usai penebaran bibit ikan Karper dan Nila di Kolam Alam Candidasa sebanyak 1.500 ekor, menurut Kabid LH Ir I Komang Kasmana, merupakan pemaknaan esensi peringatan Lingkungan Hidup dari segi pelestarian plasma nutfah biota ikan air tawar di sungai, kolam maupun perairan lainnya. Bahkan untuk bidang lingkungan pihaknya bakal bekerjasama dengan Desa Pakraman untuk mengaitkan program bantuan sosial dengan lingkungan hidup. Jika Desa Pakraman tidak memiliki program kepedulian lingkungan yang dipersyaratkan maka pemberian bantuan sosialnya bisa dipengaruhi. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 8 + 10 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.