IndonesiaBicara-Magelang, 29 Juli 2009. Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang pagi tadi (29/7) melakukan aksi solidaritas menuntut segera dibangun pasar Rejowinangun yang terbakar setahun lalu.
Mahasiswa menilai pemerintah Kota Magelang kurang cepat dan tanggap dalam menyelesaikan permasalahan pasar Rejowinangun yang sampai saat ini belum juga dibangun.
Dalam aksi ini, mahasiswa melakukan long march mengelilingi pasar penampungan sementara kemudian menuju lokasi pasar Rejowinangun dan melakukan orasi. Selain itu, mahasiswa membagikan bunga dan juga membentangkan spanduk yang bertuliskan Aksi Solidaritas Mahasiswa, dan meminta para pedagang menandatangani spanduk tersebut. Tanda tangan ini sebagai wujud dukungan kepada para pedagang yang menjadi korban kebakaran.
Tri Eko Pranoto, koordinator aksi, mengatakan kecewa terhadap pemkot Magelang yang seharusnya bisa mempercepat pembangunan kembali pasar. “Pedagang pasar butuh kepastian kapan pasar dibangun, maka kita menuntut proses lelang dipercepat dan pasar segea dibangun”, ungkapnya.
Mereka menutup aksi ini dengan doa bersama di lokasi reruntuhan pasar yang sudah rata dengan tanah. (Hidayat)

Tinggalkan Balasan