IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Mahasiswa KOMANDO Gelar Aksi Serentak

IndonesiaBicara.Com-PAMULANG (21/03/14). Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO) melakukan pergerakan aksi serentak di seluruh Indonesia, Rabu (19/3). aksi ini bentuk dari komitmen yang dilahirkan di Universitas Suryakencana Ciajur dan tertuang dalam Piagam Suryakencana.

KOMANDO terus membangun pergerakan di seluruh wilayah Indonesia dengan berpijak landasan strategis yakni penyelamatan konstitusi.

“Dengan adanya empat kali amandemen, Indonesia tidak lagi berdaulat dan dijajah kembali. Untuk itu, kita inginkan Indonesia harus kembali ke UUD 1945 yang asli”, jelas Humas KOMANDO Bernadectus Mega

Fakta yang terjadi di bumi pertiwi, Indonesia seakan tidak berdaya di kaki–kaki kukuh kapitalisme dan neolib. Cengkraman neoliberalisme kian kuat ketika mazhab ekonomi nasional justru berkeras hati untuk tetap berkiblat ke barat melalui produk kebijakan ekonomi nasional yang bernuansa kapitalis dan neolib.

“Oleh karena itu perlu dibangun kesadaran dan kebijakan nasional untuk menyelamatkan negara Republik Indonesia dari imperalisme baru yang bernama neoliberalisme di bidang politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, agama, hukum, pertahanan dan keamanan,” ungkap Bernadectus Mega dalam rilisnya kepada Indonesiabicara.com.

Konstitusi, mengamanatkan agar pembangunan ekonomi Indonesia harus berdasarkan prinsip ekonomi kerakyatan sesuai dengan UUD 1945 yang asli sehingga mampu menciptakan terwujudnya kedaulatan ekonomi Indonesia dan semata mata untuk kemakmuran rakyat.

Segala pola penjajahan yang terjadi pasca teramandemennya UUD 1945 melahirkan Undang–undang yang mengakibatkan konstitusi saat ini melindungi para pemilik modal dan perusahaannya dalam mengambil kekayaan alam Indonesia sah dimata hukum.

“Dengan diberlakukannya Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen merupakan bukti nyata penghianatan terhadap konstitusi, karena buah hasil dari amandemen UUD 1945 dari pertama sampai keempat secara nyata membuka pintu penjajahan”, tambah Mega.

Hal ini, tentu saja menurut KOMANDO bertolak belakang dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, Pancasila sebagai Ideologi Negara dan Falsafah Bangsa, berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, Berkepribadian secara Sosial Budaya.

Aksi ini dilakukan di beberapa kota di seluruh Indonesia, diantaranya Samarinda, Banjarmasin, Jember, Surabaya, Kebumen, Semarang, Wonosobo, Garut, Majalengka, Bandung, Aceh, Kepri. Medan, Riau, Pandeglang, Jakarta, Tangerang, Cianjur, Cirebon, Makasar. (Rin/Rls).

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 12 + 8 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.