IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

LS-ADI : Pemimpin Harus Mampu Terjemahkan Demokrasi

IndonesiaBicara.com-CIPUTAT (08/04/14). Pelaksanaan Pemilu 2014 dinilai oleh Lingkar Study Aksi Untuk Demokrasi Indonesia LS-ADI UIN Syarif Hidayatullah bahwa Caleg atau Capres yang ada tahun ini tidak ada yang memenuhi syarat seperti tidak sesuainya antara visi misi dengan kinerja para calon pemimpin tersebut.

“Dalam pembukaaan UUD 1945 sudah jelas bahwa kesejahteraan adala hak segala bangsa, namun sekarang faktanya lebih banyak yang miskin daripada yang kaya, lebih banyak yang kelaparan, pendidikan tertinggal, dan lain sebagainya”, kata Aktivis LS Adi, Khotman Achdan Mubarok kepada IndonesiaBicara.com.

“Meskipun ada pendidikan, pengobatan dan jaminan kesejahteraan sosial, tetapi jelas tidak merata”, tambahnya.

LS ADI menginginkan kembali ke Pancasila dan UUD 1945.  “Ketika kita memilih orang yang tidak dikenal, artinya sama saja dengan memberikan suara untuk menghancurkan suatu bangsa”, jelas Achdan.

Wakil Rakyat dan pemimpin ideal menurut LS-ADI adalah yang mampu menerjemahkan demokrasi sesungguhnya di Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta mau menghapuskan hutang luar negeri.

“Harus bisa menjelaskan visi dan misi sebelum menjadi pemimpin, bukan hanya sekedar seremonial seperti kampanye dengan panggung, dan baliho yang hanya menambah sampah saja. Harapan kedepannya, ada regenerasi pemimpin yang berkualitas dan prorakyat”, terangnya.

LS ADI akan tetap terus menjadi pejuang dan simbol perlawanan terhadap penindasan, ketidakadilan dan keserakahan. (Rif/Rin).

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 15 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.