IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

LKP Sultra Kembali Demo di Kejati Sultra

Perwakilan LKP Sultra ditemui oleh Sulaeman Hadjarati membahas masalah korupsi di Kabupaten Bombana di Kejati Sultra.

IndonesiaBicara-Kendari, (18/02/11). Lembaga Kontrol Publik Sulawesi Tenggara (LKP Sultra) kembali melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Kejaksaan Sulawesi Tenggara menyikapi indikasi korupsi di Kabapaten Bombana tahun 2007/2008.

Koordinator LKP Sultra, Musfan Lakansai mengatakan, bahwa penegakkan supremasi hukum di negeri adalah suatu hak mutlak yang harus diperjuangkan oleh seluruh elemen masyarakat yang ada di negeri ini. Baik yang ada di masyarakat, terlebih di instansi penegak hukum itu sendiri.

Berbicara persoalan korupsi bukanlah hal rahasia lagi, karena sudah terbukti banyak pejabat di tingkat Pusat, maupun pejabat di tingkat daerah khususnya di Sultra yang melakukan korupsi. Kemudian ada pertanyaan sangat besar di benak seluruh elemen yang ada di Sultra khususnya di Kabupaten Bombana, kasus indikasi korupsi Subhan Tambera tentang penggunaan dana Pemda.

Didalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Subhan Tambera dinyatakan sebagai tersangka, tapi setelah itu selesai, proses pemeriksaan Subhan Tambera tidak pernah dilakukan lagi. Sementara mantan Bendahara Setda Bombana, La Ifa yang dalam BAP juga sudah dinyatakan sebagai tersangka.

Banyak elemen muncul dengan melahirkan berbagai persepsi publik terkait penanganan kasus korupsi khususnya di Kejaksaan, bahwa kasus ini sengaja ditutup-tutupi dan melahirkan aroma politik. Seharusnya Subhan Tambera yang dinyatakan sebagai tersangka dalam BAP diadakan penahanan yang sama seperti La Ifa yang juga menikmati dana tersebut.

Oleh karena itu, LKP SULTRA menyatakan sikap kepada Kejati Sultra untuk tidak tebang pilih dalam menangani indikasi kasus korupsi tentang dana Pemda Kabupaten Bombana yang melibatkan Subhan Tambera dan mendesak Kejati Sultra agar melakukan penahanan terhadap Subhan Tambera yang mana dalam BAP sudah dinyatakan sebagai tersangka.

Setelah peserta unjuk rasa melakukan orasi, Kejati Sultra mengutus Sulaeman Hadjarati untuk menemui para pengunjuk rasa. Selanjutnya Sulaeman mengatakan bahwa yang dinyatakan sebagai tersangka itu La Ifa dan hingga saat ini Subhan Tambera belum ditetapkan sebagai tersangka. Kejati Sultra tidak akan bertindak sewenang-wenang dan tebang pilih, kalau buktinya cukup kami tidak segan-segan untuk memproses, tegasnya. (KmK)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 8 + 15 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.