IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Konawe Belum Bebas Dari Penambangan Pasir Ilegal

Indonesiabicara.com – Unaaha, (05/08/10). Meski pernah dirazia beberapa waktu lalu, penambang pasir bermesin di Sungai Konawe’Eha,  Sampara yang dinyatakan ilegal ternyata tak jera juga. Kepala Bidang Mineral, Batubara, Panas Bumi dan Air Tanah (Minerba) Distamben Konawe, Parinringi mengatakan sejak izin operasi itu berakhir April lalu maka aktivitas penambangan pasir bermesin dinyatakan ilegal. ” Namun penambangan manual tidak ilegal. Kami sudah turun memberi penjelasan secara teknis namun yang namanya masyarakat, ya begitu-begitu saja,” ungkap Parinringi di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, Pemkab telah berupaya menertibkan penambangan bermesin dengan memerintahkan Camat Sampara, Marudin Taha untuk memberhentikan semua aktivitas penunjang jasa mesin itu. “Dan Camat telah menegur penambang dengan pertimbangan mulai terjadi longsor dan abrasi. Nah, tindakan tegas pasca peneguran itu dalam aturannya setelah melakukan operasi terpadu, kami akan lakukan penyitaan,” tegas menantu Bupati Konawe, Lukman Abunawas itu.

Kepala Seksi Eksploitasi dan Eksplorasi Distamben Konawe, Teguh Murtono juga menimpali, sebelumnya para penambang pasir itu diizinkan mengolah di Desa Puusangi, Sampara. Saat itu jumlah izin yang beroperasi sekitar 15 buah.   Di tempat yang sama, Kepala Seksi Penetapan Verifikasi, Harjon menambahkan saat itu setiap pemilik izin operasi dikenakan retribusi sekitar Rp 7,5 juta setiap tahunnya. “Tetapi dibayarkan setiap triwulan. Itu dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas mereka,” tukas Harjon. (kmk)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 4 + 7 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.