IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Komunitas Karang Bajo Berniat Menyelenggarakan Maulid Adat

IndonesiaBicara-Lombok Utara, (01/02/11). Pemberitaan tentang rencana pelaksanaan Maulid Adat oleh Kampung Adat Karang Bajo mendapat tentangan dari tokoh adat Bayan. Hal ini membuat pranata adat setempat yang diwakili oleh Rianom, LSM AMAN yang diwakili Husnul Munadi serta Ketua Perekat Ombara, Kamardi mengadakan konferensi pers yang dihadiri seluruh insan pers di Lombok Utara, (31/01).

Kamardi, Ketua LSM Perekat Ombara mengemukakan pihaknya berniat meluruskan pemberitaan di beberapa media pada tanggal 15 Januari 2011 dengan pokok berita “Maulid Adat Bayan Dikenalkan di Forum Internasional” dan pemberitaan tanggal 22 Januari 2011 dengan pokok berita “Tokoh Bayan Tolak Pihak Luar Terlibat Dalam Kegiatan Maulid Adat”.

Pihaknya menegaskan bahwa bahwa gagasan membentuk panitia Maulid Adat Bayan adalah murni kehendak komunitas adat Karang Bajo sebagai hasil Sangkep Adat Karang Bajo tanggal 2 Januari dan tanggal 9 Januari 2011 yang dihadiri oleh pranata-pranata adat Karang Bajo.

Adapun maksud dan tujuan dibentuknya panitia Maulid Adat Bayan dengan pertimbangan bahwa selama ini setiap kali diadakan Maulid Adat Bayan, para tamu yang berkunjung baik dari dalam maupun luar negeri karena ketidaktahuan mereka kerap melanggar aturan “pemaliq” atau tabu di dalam Kampung Karang Bajo. Demikian juga halnya dalam pemberitaan berbagai mass media yang mengulas tentang Maulid Adat Bayan terjadi pembiasan makna karena berasal dari berbagai narasumber.

“Dengan demikian tugas dan fungsi panitia Maulid Adat Bayan dihajatkan hanya sebatas mengatur lalu lintas para tamu dan mengkomunikasikan informasi tentang makna Maulid Adat Bayan secara terpusat untuk menghindari penjelasan yang beragam,” terang Kamardi.

Disamping itu, Adat Bayan bukanlah bagian dari kegiatan Festival Rinjani ke-2 yang digagas Yayasan Santiri karena Maulid Adat Bayan adalah ritual adat sakral yang dilaksanakan secara regular setiap tahun oleh Masyarakat Adat Bayan beserta pranata adat setempat dan tidak dapat digagas, dicampuri dan direkayasa apalagi diintervensi oleh pihak manapun.

Sedangkan menyinggung kegitan Asia Pasifik Indigenous People’s Summit yang berlangsung di Bali dan di Lombok mulai dari tanggal 27-29 Maret 2011 mendatang, Kamardi menyampaikan pada saat penutupan akan diadakan kunjungan (field trip) ke beberapa tempat, salah satunya ialah Komunitas Adat di Desa Karang Bajo yang memiliki potensi dalam pengelolaan ekonomi kreatif eko wisata.

Dalam kesempatan yang sama, Rianom, sebagai pemerhati adat di Kampung Karang Bajo menolak keras pemberitaan bahwa dirinya sebagai pemangku di daerah tersebut. “Tidak benar bahwa adanya pemberitaan saya selaku pemangku adat, ada tahapan dan seleksi khusus untuk menjadi pemangku,” terangnya.

Pihaknya tetap berharap penolakan masyarakat Bayan terkait rencana pelaksanaan Maulid Adat dapat dibicarakan dengan baik-baik dengan jalan musyawarah.

“Secepatnya kami berupaya bertemu dengan tokoh adat setempat membicarakan rencana pelaksanaan Maulid Adat yang dirangkai dengan penyerahan peta Kawasan Adat Bayan,” pungkasnya. (pul)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 2 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.