Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) cabang Papua bekerjasama dengan Tunas Sawa Erma (TSE) Group, mengadakan penyuluhan dan pelatihan mengenai HAM di Asiki, Boven Digoel. Penyuluhan dan pelatihan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits B Ramandey.
“Saya mengapresiasi penuh upaya TSE yang telah membuka diri untuk melakukan rekomendasi Komnas HAM Papua, yaitu berupaya untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan HAM untuk masyarakat adat,” ujar Ramandey.
Seluruh peserta pelatihan mendapatkan materi yang berisi hak-hak masyarakat adat atas lingkungan hidup yang sehat, bentuk pelanggaran HAM dalam bisnis serta teknik penulisan laporan dan pengajuan HAM. Melalui materi-materi tersebut diharapkan wawasan HAM masyarakat asli Papua semakin luas hingga bisa mewujudkan penghormatan dan penghargaan atas hak-hak mereka.
Jemmy Senduk, selaku perwakilan TSE Group, mengatakan bahwa penyuluhan dan pelatihan ini merupakan tindak lanjut rekomendasi dari Komnas HAM Papua.
“Tujuannya agar masyarakat adat bisa memahami apa sebenarnya yang menjadi hak mereka terhadap perusahaan dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan mereka,” ujar Senduk.
Menyikapi hal tersebut, Peneliti isu-isu Papua dari Lesperssi, Jim Peterson, mengatakan bahwa kerjasama antara Komnas HAM Papua dengan TSE Group merupakan bentuk cegah dini terhadap konflik horizsontal maupun vertikal yang berkait dengan hak atas tanah adat.
“Kerjasama antara Komnas HAM Papua dengan TSE Group merupakan bentuk cegah dini terhadap konflik horizsontal maupun vertikal yang berkait dengan hak atas tanah adat”, Ujar Peterson.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa konflik antara Perusahaan dengan masyarakat asli Papua (OAP) maupun konflik antara Pemerintah dengan OAP yang selama ini telah menjadi salah satu faktor penghambat pembangunan dan pergerakan ekonomi di tanah Papua, diharapkan dapat diminimalisir dengan kegiatan literasi tersebut.

Tinggalkan Balasan