IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Komisi D DPRD Tangsel: Infrastuktur Jalan Belum Siap Untuk Feeder Busway

IndonesiaBicara.com-Tangerang Selatan, (07/05/10). Anggota Komisi D DPRD Kota Tangsel melakukan hearing dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tangsel di Kantor Dishubkominfo yang terletak tepat disebelah Gedung Dewan Tangsel ini. Anggota Dewan Tangsel meminta kejelasan dari Dishubkominfo terkait dengan rencana pengoperasian feeder Busway di wilayah Ciputat, Pamulang dan Muncul, Jumat (07/05).

Salah satu Anggota Komisi D Ahmad Fauzi mengatakan bahwa Anggota Komisi D mempertanyakan tentang perizinan feeder Busway yang rencananya akan melintas di Lebakbulus-Ciputat-Pamulang-Muncul pada 15 Mei 2010 mendatang.

“Kami Anggota Komisi D DPRD Kota Tangsel berpendapat bahwa menurut kajian umum infrastuktur dan kelayakan jalan di Ciputat, Pamulang dan Muncul belum layak digunakan sebagai tempat beroperasinya feeder Busway. Diperkirakan feeder Busway bukannya menyelesaikan masalah malah sebaliknya akan menambah masalah di Kota Tangsel. Seperti menambah kemacetan dan akan terjadi konflik supir angkutan kota yang melintas diwilayah tersebut,” jelas Ahmad Fauzi yang juga Ketua Fraksi Madani ini.

Anggota Komisi D, lanjut Ahmad Fauzi, akan terus mengawal rencana pengoperasian feeder Busway dan jika diperlukan nantinya, DPRD Kota Tangsel akan mendatangi Kementrian Perhubungan dan Dishub Pemrop DKI Jakarta.

Sementara itu Dishubkominfo Kota Tangsel yang diwakili oleh Sekretaris Dishubkominfo, Edi Wahyu menjelaskan bahwa pengoperasian feeder Busway merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat , Pemrop DKI dan Pemrop Banten.

“Ini kebijakan Pusat, Dishubkominfo Kota Tangsel tidak mengetahui prosedur dan kebijakan ini,” ujarnya.

Menurut Edi Wahyu, Dishubkominfo juga tidak setuju dengan pengoperasian Feeder Busway tersebut.

“Rencananya Dishubkominfo pada 10 Mei 2010 akan mengirimkan surat kepada Kementrian Perhubungan dan Pemrop DKI Jakarta, terkait dengan tidak setujunya pengoperasian feeder Busway di wilayah Kota Tangsel,” tandas Edi Wahyu.

Kadishubkominfo tidak menghadiri hearing tersebut karena sedang proses mutasi jabatan, yaitu dari Hartadi (Kadishubkominfo yang lama) kepada Agus Mulyadi (Kadishubkominfo Kota Tangsel yang baru).

Jika feeder Busway dipaksakan beroperasi diperkirakan supir angkutan kota dari sekitar 1.900 unit (5 trayek) yang biasa beroperasi di Ciputat, Pamulang dan Muncul akan melakukan pemblokiran feeder Busway dan aksi unjukrasa penolakan. (rintho)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 14 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.