IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

KIPP GELAR DISKUSI BULANAN “KETERLIBATAN PEREMPUAN PADA LEMBAGA PENYELENGARA PEMILU”

Indonesiabicara.com—TIGARAKSA (18/03/2018) Dibukanya pendaftaran untuk anggota penyelengara Pemilu saat ini menjadi perhatian dari Komisi Independent Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Tangerang, dengan menggelar diskusi bulanan bertema “Keterlibatan Perempuan Pada Lembaga Penyelengara Pemilu”, Minggu (18/3).

 

Ketua KIPP Kabupaten Tangerang Zulfikar, mengatakan, KIPP Kabupaten Tangerang jauh sebelum dibukanya pendaftaran KPU Kabupaten Tangerang telah melakukan himbauan dan ajakan kepada para kaum perempuan untuk ikut mendaftarkan diri menjadi calon komisioner KPU Kabupaten Tangerang, namun hasilnya hanya ada tiga orang perempuan yang mendaftarkan.

“Sosialisasi pendaftaran bakal calon anggota KPU Kabupaten Tangerang telah KIPP lakukan, berharap kaum perempuan dapat berperan serta, tetapi kurang mendapatkan perhatian”, terang Zulfikar.

 

Zulfikar yang merupakan mantan anggota Panwaslu Kabupaten Tangerang, juga menjelaskan, kami berharap kedepannya karena masih ada satu event yaitu sekitar bulan Juni 2018, yang direncanakan akan dilakukan perekrutan Bawaslu Kabupaten Tangerang sebanyak lima orang, KIPP Kabupaten Tangerang berharap kaum perempuan dapat lebih banyak berpartisipasi dan KIPP akan terus mengawal kaum hawa dalam proses seleksi agar bisa mendapatkan prioritas.

 

Salah satu pembicara dalam diskusi Akademisi Hukum Perdata Universitas Pakuan Bogor Dinalara D Butarbutar mengatakan, Keterlibatan Perempuan dalam lembaga penyelenggara pemilu dinilai masih kurang dan masih sangat rendah dalam lembaga penyelenggara Pemilu. Sebagai seorang perempuan kita harus dapat bersaing dengan laki-laki dan tidak melupakan kodrat sebagai seorang perempuan dalam berumah tangga. Dalam bidang politik kaum perempuan memiliki hak yang sama dan kita dapat bersaing dengan siapapun agar dapat maju dalam dunia politik.

“Sebagai seorang perempuan kita mempunyai hak politik yang sama, tetapi kita jangan sampai melupakan tuntutan kita sebagai ibu rumah tangga yang harus menghormati kepada suami dan mengurus anak-anak”, jelas Dinalara. (Adit/*)

 

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 3 + 12 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.