IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Kesal Jalan Rusak, Mahasiswa Tanam Pohon Pisang

Mahasiswa Tanam Pohon Pisang Dijalan Rusak

IndonesiaBicara.com-PAMULANG (9/9/13). Kesal jalan tidak juga selesai diperbaiki, mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Bertanya, menggelar aksi protes dengan menanam pohon pisang disebuah lubang di Jalan Raya Prabu Siliwangi depan Pamulang Square, Pamulang Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Aksi protes yang dipimpin Isram Alfa Edison ini, selain menanam pohon pisang juga menggelar aksi orasi di pinggir jalan. Dalam orasinya mahasiswa menyesalkan Pemerintah Kota Tangsel yang membiarkan jalan rusak diwilayahnya.

“Pemkot Tangsel selama ini kemana saja, ada jalan dibiarkan rusak dan tidak diperbaiki. Pemkot Tangsel beralasan bahwa jalan Siliwangi merupakan jalan milik Provinsi Banten. Hubungan antara kedua pemerintah daerah tersebut pastinya mempunyai garis koordinasi. Seharusnya Pemkot Tangsel melaporkannya kepada Gubernur Banten dan tidak hanya diam saja”, ucap Isram.

Menurutnya sudah banyak kecelakaan yang ditimbulkan oleh jalan rusak di Pamulang tersebut. Jika didiamkan maka akan semakin banyak jatuh korban dari masyarakat yang melewati jalan tersebut.

“Terutama pada malam hari, karena lubang jalan rusak yang tidak terlihat oleh pengendara sepeda motor”, katanya.

Isram mempertanyakan Kota Tangsel yang menyandang motto Modern Cerdas dan Religius, tetapi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Airnya tidak peka terhadap kondisi ruas jalan yang rusak dibiarkan begitu saja.

“Untuk itu kami mempertanyakan arah pembangunan dari kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah (Gubernur Banten) dan Airin Rahmi Diany (Walikota Tangsel). Mahasiswa tidak membutuhkan jawaban yang hanya retorika pembenaran. Karena keadaan ini sudah mendesak dan harus segera dilakukan pembenahan yang cerdas dan bersumber dari aspirasi rakyat”, ujarnya.

Penanaman pohon ini, lanjutnya, dimaksudkan sebagai protes, bahwa masyarakat Tangsel akan terus bertanya dan bersikap kritis tentang pembiaran permasalahan ini yang dianggap sebagai penyakit birokrasi dan hambatan pembangunan.

Proyek pelebaran dan pembetonan Jalan Raya Prabu Siliwangi Pamulang sudah dilakukan oleh Pemrov. Banten sejak tahun 2012 lalu, namun pekerjaan jalan tersebut belum selesai dan seperti dibiarkan begitu saja oleh Pemrov. Banten. Saat ini pengerjaan beton sudah dilakukan separuh badan jalan, sedangkan sisi yang lainnya belum dilakukan pembetonan. Selain rawan kecelakaan, perbaikan jalan yang tidak selesai ini juga menyebabkan kemacetan lalulintas. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 10 + 7 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.