IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Kepolisian Mulai Terbuka Dalam Menyampaikan Informasi Untuk Konsumsi Publik

IndonesiaBicara.com-Mataram (11/04/11). Polri mulai terbuka dalam penyampaian informasi publik kepada masyarakat. Tetapi keterbukaan dalam penyampaian informasi tersebut tidak secara keseluruhan, karena masih ada yang tidak boleh disampaikan alias ditutupi.

Acara silaturahmi yang diselenggarakan pada malam hari di Hotel The Santosa, Senggigi, Lombok Barat, merupakan malam keakraban antara Kepolisian dengan rekan-rekan media. Dalam malam keakraban tersebut turut hadir Kapolda NTB, Karo Penmas Mabes Polri, Danrem 162/WB, Danlanud, Danlanal, Kapolres se-Lombok dan pejabat utama dijajaran Polda NTB.

“Acara malam ini adalah sebagai bentuk silaturahmi antara Polda NTB dengan pihak media yang selalu membantu pihak Kepolisian sebagai penyambung informasi ke masyarakat melalui pemberitaannya serta sebagai sarana saling tukar informasi,” ucap Kapolda NTB Brigjen (Pol) Arif Wachyunadi dalam sambutan pembukaannya pada acara silaturahmi, Senin (11/04) malam.

Kapolda juga menyampaikan rasa terima kasih kepada media atas peran sertanya selama ini dalam menyampaikan informasi kepada publik terutama dalam menginformasikan kegiatan Kepolisian kepada masyarakat.

Sementara itu, Karo Penmas Mabes Polri Brigjen (Pol) I Ketut Untung Yoga juga menegaskan ucapan Kapolda NTB.

“Sebanyak 95 persen dibuka dan 5 persen lagi masih tertutup,” ucapnya

Menurutnya, keterbukaan informasi saat ini sudah dimulai dari tingkat Polda, Polres hingga ke tingkat Polsek melalui bagian Humas. Namun karena masih ada aturan baru yang diberlakukan dan ada petugas yang ditempatkan diposisi tersebut belum memiliki kompetensi yang cukup untuk itu maka diharap maklum.

Tambahnya, kenapa informasi tersebut masih ada yang tertutup, karena ada beberapa aspek yang masih dalam proses penyidikan dan perlu dibatasi. Oleh karena itu tidak dibuka seluruhnya tapi yang boleh dibuka hanya garis besar saja.

“Semua itu nanti akan terbuka dalam proses persidangan,” terangnya.

Sedangkan keberadaan Karo Penmas Mabes Polri bersama dengan rombongan di Polda NTB dalam rangka supervisi kesiapan keterbukaan informasi hingga ke tingkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Untung Yoga juga meminta kepada para wartawan selain berfungsi sebagai kontrol sosial namun juga diharapkan agar memenuhi fungsi ke lima yaitu sebagai media perekat persatuan dan kesatuan bangsa. (Ary)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 3 + 8 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.